Tumpukan Sampah di Kota Santri Berubah Sumber Jariyah

73
Para siswa membantu petugas bank sampah induk Jombang saat memilih dan menimbang sampah. (Kevin/memoexpos.co)

memoexpos.co – Puluhan karung sampah besar terlihat menumpuk di depan halaman Masjid Agung Baitul Mukmin Jombang. Bukan untuk di buang, tetapi untuk di sedehkahkan.

Tumpukan sampah yang sebelumnya hanya menjadi masalah bagi lingkungan kini berubah menjadi sumber berkah melalui program Gerakan Sampah Jadi Sedekah (SAJADAH).

Sesuai pantauan memoexpos.co dilokasi, berbagai macam kalangan dan kelompok masyarakat berbondong-bondong mendatangi halaman Masjid Agung Baitul Mukmin Jombang. Dengan membawa sampah yang telah mereka kumpulkan untuk disedehkahkan.

Sejak pukul 08.00 sampai 10.00 WIB para petugas dari bank sampah induk Jombang sibuk menimbang dan mencatat tumpukan sampah. Selanjutnya sampah tersebut dipilah sesuai dengan jenisnya.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang membeberkan, dari gerakan ini terkumpul 384,1 kg sampah jenis kertas, plastik, besi dan sampah anorganik lainya. Kemudian sampah tersebut dijual dan mendapat uang sebesar Rp 852.840. Hasil dari sedekah sampah ini akan disalurkan untuk kegiatan-kegiatan sosial melalui Baznas Jombang.

“Yang awalnya sampah menjadi masalah di lingkungan, kalau masyarakat peduli bisa dilakukan pemilahan, kemudian disedehkahkan kepada kami. Insyaallah akan menjadi amal jariyah,” terang Amin Kurniawan Kepala Bidang Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Jum’at (15/9/2023).

Amin mengatakan, kegiatan ini rutin di lakukan di Masjid Agung 2-3 bulan sekali. “Kedepan sedekah sampah akan diadakah di beberapa kecamatan. Di masjid-masjid maupun kantor kecamatan,” kata dia.

Dia menyebut, para siswa dari berbagai sekolahan turut berpartisipasi dalam aksi sedekah sampah ini.

Mereka dilatih untuk membuang sampah pada tempatnya kemudian memilah dan memilih sesuai dengan jenisnya.

Henik Kepala Sekolah SDN Jombatan yang ikut dalam gerakan sedekah sampah ini mengungkapkan, kegiatan ini bisa melatih anak-anak untuk peduli dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Apa yang selama ini mereka buang ternyata sangat dibutuhkan oleh orang lain,” ungkapnya.

Sambutan baik juga datang dari Boy salah satu donatur sampah yang ada di Kota Santri ini. Ia mengungkapkan bahwa hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“gerakan ini adalah bukti nyata bahwa kita dapat melakukan perubahan yang positif dalam upaya menjaga lingkungan. Ini adalah langkah kecil yang membawa dampak besar dalam membangun kepedulian kita terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, aksi gerakan sedekah sampah ini digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang bersama dengan Bank Sampah Induk Jombang, Baznas Jombang, Sanggar Hijau Indonesia, Sekolah Adiwiyata dan para pegiat lingkungan.

Penulis : Kevin | Editor : Syaiful