PAMEKASAN – Guna membentengi moral dan karakter generasi muda di era digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar sosialisasi pencegahan bullying dan pergaulan bebas.
Edukasi ini menyasar para siswa di MTs dan SMK Miftahul Khair, Dusun Cenlecen, Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan ini dikemas secara kolaboratif melalui dua sesi utama. Sesi pertama menghadirkan Babinsa Koramil Pakong, Abdur Rohman, yang memaparkan bahaya perundungan/bullying dari kacamata hukum, kedisiplinan, hingga dampaknya terhadap kesehatan mental siswa.
“Perundungan bukan sekadar candaan biasa, melainkan tindakan yang merusak mental dan masa depan teman sendiri. Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk belajar, bukan tempat saling menjatuhkan,” tegas Abdur Rohman di hadapan para siswa.
Melengkapi pilar kedisiplinan tersebut, sesi kedua berfokus pada pencegahan pergaulan bebas dan literasi media sosial yang dipandu oleh dua mahasiswa KKN 13 UTM, Tsamarotun Naja dan Nuri Sofiyanti Wulandari. Secara interaktif, mereka membekali siswa tentang pentingnya menjaga batasan bergaul serta memilih lingkungan pertemanan yang sehat.
“Di usia remaja, kontrol diri dan pemilihan lingkungan sangat menentukan arah masa depan. Kami berharap adik-adik mampu membentengi diri dengan nilai positif, bijak bermedia sosial, serta fokus mengejar prestasi demi menjaga nama baik keluarga dan sekolah,” ujar Tsamarotun Naja mewakili tim KKN.
Inisiatif KKN 13 UTM bersama Babinsa Pakong ini mendapat apresiasi hangat dari pihak sekolah. Melalui sinergi edukatif ini, MTs dan SMK Miftahul Khair optimistis dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah, inklusif, serta bebas dari tindakan kekerasan maupun pergaulan bebas.











