Sadarestuwati Kumpulkan Ratusan Kader Banteng, Ajak Menangkan Pemilu 2024

90
Foto : DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang gelar rapat dewan pimpinan cabang yang diperluas bersama para pengurus PAC dan Ranting.

memoexpos.co – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang gelar rapat dewan pimpinan cabang yang diperluas, di Gedung Olahraga Merdeka Jombang, Sabtu (23/7/2022).

Rapat yang diikuti mulai dari pengurus ranting, pengurus pimpinan anak cabang (PAC), Fraksi dan jajaran pengurus dewan pimpinan cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang ini dibuka oleh Ketua DPC Sadarestuwati.

“Kita berkumpul disini bukan tanpa tujuan. Ada beberapa agenda yang perlu kami sampaikan dalam rapat ini, sesuai hasil rapat kerja nasional (Rakernas), persiapan untuk pemilu Legislatif, pemilu Presiden pada Tahun 2024 sekaligus pemilihan kepala daerah,” ujar Sadarestuwati didepan seluruh kader Banteng Jombang.

Menurut dia, ada beberapa sistem pemenangan yang sudah ditetapkan oleh DPP PDI Perjuangan, sebagaimana hasil Rakernas.

“Tahun 2024, bukanlah pemilu yang ringan, tetapi pemilu yang nantinya cukup berat bagi kita semua, karena kita memikul satu beban skaligus satu cita-cita harapan kita semuanya memenangkan pesta demokrasi, baik Pileg maupun Pilpres,” kata Politisi yang akrab disapa Mbak Estu ini.

Estu menegaskan, pada Pemilu 2024 nanti, PDI Perjuangan harus menang di Kabupaten Jombang. “Ketika kita ingin mewujudkan kepentingan masyarakat, mau tidak mau kita harus menang kembali. Dengan kekompakan, 2024 kita akan menang di Kabupaten Jombang,” tegasnya.

Politisi yang juga menjabat sebagai Wakasekjen DPP PDI Perjuangan ini pun menyebut, ketika kader PDI Perjuangan sudah diberikan amanah baik itu sebagai ketua ranting atau PAC, perjuangan menuju kemenangan harus tetap digelorakan.

“Ketika kita sudah diberikan amanah menjadi pimpinan partai, baik ranting sampai PAC tentu tidak lagi berfikir, kita tanamkan apapun yang terjadi PDI Perjuangan 2024 harus menang,” imbuhnya.

Sadarestuwati menginginkan, agar jajaran DPC selalu turun ke masyarakat, ia menyebut bahwa kader PDI Perjuangan harus terus merajut silaturahmi, demi mewujudkan kemenangan dan selalu berbaur dengan masyarakat.

“Saya ingin jajaran DPC saya turun ke masyarakat, sekarang tidak saatnya kita bersantai, saatnya kita terus menghampiri silaturahmi dengan seluruh masyarakat kita, apabila kita ingin menang tidak ada kata tidak,” kata Estu.

PDI Perjuangan adalah partai yang dilahirkan untuk selalu bersama dengan rakyat kecil, oleh karena itu Estu menyebut, kader PDI Perjuangan tidak bisa menjadi struktur yang hanya duduk manis saja. “Jangan hanya berharap bahwa pemilu bisa dibeli dengan uang,” imbuhnya.

Sadarestuwati juga membuka kritik dan saran dari para kader Banteng di Jombang, menurut Estu, ketika kinerja DPC tidak bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat maka ia membuka kritik dan teguran agar PDI Perjuangan Jombang bisa terus berjuang digaris rakyat. “Ketika ketua dpc tidak memberikan kemanfaatan untuk raktyat jangan takut mengkritik jangan takut menegur,” pungkas Estu.

Pada giat yang sama, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang Donny Anggun, didepan para kader PDI Perjuangan Jombang menyebut, bahwa satu bulan lalu, sudah ada rapat dewan pimpinan pusat (DPP) diperluas yang diundang adalah struktural dewan pimpinan daerah (DPD), setelah itu ada rapat DPD diperluas yang diundang adalah struktural DPC. “Saat ini rapat DPC diperluas peserta yang terlibat rapat adalah jajaran ketua sekretaris bendahara (KSB) PAC dan ranting,” kata Donny.

Menurut Donny, pergerakan konsolidasi partai di Jombang sempat terhenti, karena adanya pandemi Cobid-19. “Kita dua tahun dihadang covid sehingga tidak bisa bergerak apa-apa, namun tidak mengurangi esensinya kita bisa saling mengerti dan memenangkan pemilu 2024,” jelas dia.

Politisi muda yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jombang ini juga menegaskan, bahwa jajaran DPC partai harus turun kebawah, mengingat survey sementara PDI Perjuangan masih kalah dengan partai lain. “Kita memang harus turun ke bawah, kita perlu belerja keras, kita harus mau diskusi dan bergerak karena survey kira turun kalah dengan salah satu partai,” beber Donny.

Untuk pemilu 2024, kata Donny, kita akan menghadapi dua pemilu, pada tanggal 14 Februari 2024 kita akan melakukan Pileg, pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi sampai DPRD Kabupaten, kemudian ditambah Pemilihan Presiden, sedangkan pada tanggal 27 November 2024 ada Pilkada. “Itu wajib kita menangkan di Kabupaten Jombang,” tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua Bidang Organisasi Bahana Bela Binanda berpandangan bahwa usaha dan kerja keras kader PDI Perjuangan Jombang harus ditambah. “Tekat ini harus dibarengi dengan usaha, kerja keras, salah satunya kita penataan konsolidasi partai,” kata dia.

Menurut Bela, fungsi partai juga jarus difahami oleh para kader, mulai dari penguasaan kemenangan secara konstitutional, bahkan edukasi serta mensejahteraan masyarakat.

“Kita harus selalu melakukan agregasi kepentingan rakyat, kita harus selalu menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat, mangkanya ibu ketua menginginkan kita turun yakni untuk menampung kepentingan rakyat,” urainya.

Selain itu, Bela mengatakan bahwa pendidikan politik kader juga harus dilakukan, “Kita juga mulai gerakan partai, kita harus mengikuti kegiatan kader pratama, seluruh ketua dan sekretaris PAC itu sudah melakukan pendidikan pratama. Kedepan ketua dan sekretaris ranting harus mengikuti pendidikan kader minimal kader pratama, kita lagi merancang untuk diklat kader pratama ini,” jelasnya.

“Kita juga harus menjadi agen pembangunan, kita mendampingi rakyat kita yang kesusahan, kita mendampingi dalam pendidikan kesehatan dan kesejehteraan, itu fungsi yang harus kita lakukan dalam sehari-hari,” imbuh dia.

Dalam menghadapi pemilu 2024, Bela menyebut, kesiapan para saksi juga sudah dilakukan, berikut berkas administratif yang menjadi kewajiban partai.

“Kita sudah harus melengkapi saksi pada akhir Agustus, sebelum itu kita harus melengkapi Sipol, alhamdulillah Jombang sudah selesai, kita melakukan pendaftaran di tanggal 1 Agustus,” ujarnya.

“Kami juga sudah membentuk BSPN, membentuk kordinator ditingkan kecamatan, kemudian membentuk kordinator tingkat desa, nanti yang di desa ini yang merekrut saksi di tingkat TPS,” lanjut Bela.

Menurut Bela, jumlah TPS di Kabupetan Jombang ada 4.299, kemudian ditambah 150 TPS, jadi jumlah keseluruhan ada 4.449 TPS.

“Ada 9.000 orang yang akan kita rekrut sebagai saksi, DPC tidak ingin hanya setor nama namun tidak ada orangnya, dan selain ada orangnya juga harus ada kinerjanya kedepan,” ujar Bela memungkasi.

Pada rapat DPC yang diperjelas ini, juga dilakukan dialog antara DPC dengan para ranting dan PAC, melalui diskusi para kader Banteng ini, perjuangan kedepan PDI Perjuangan mampu kembali meraih kemenangan pemilu di Tahun 2024 nanti.