JOMBANG–Di tengah fluktuasi ekonomi global yang memicu lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok, sebuah langkah taktis berbasis gotong royong lahir di tingkat akar rumput Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang berhasil mentransformasikan Posko Pangan di Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, menjadi lahan pertanian produktif yang hasilnya didistribusikan secara gratis untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Gerakan ini bukan sekadar aksi karitatif sesaat, melainkan sebuah cetak biru (blueprint) aksi berbasis komunitas untuk membangun kedaulatan pangan dari pekarangan rumah. Diinisiasi sejak satu bulan lalu, posko percontohan (pilot project) tersebut kini memasuki masa panen perdana dan langsung diserbu oleh warga setempat yang antusias mendapatkan bahan pangan segar.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Donny Anggun, menegaskan bahwa pendirian Posko Pangan ini merupakan pengejawantahan langsung dari instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
DPP Partai menginstruksikan seluruh kader di daerah untuk bergerak aktif menciptakan kantong-kantong pangan mandiri yang berdampak langsung pada isi dapur masyarakat.
“Satu bulan lalu kami mendirikan Posko Pangan ini di Kecamatan Tembelang sebagai percontohan. Hari ini, hasil panennya langsung kami bagikan kepada masyarakat. Kami memahami betul situasi ekonomi saat ini sedang sulit, harga bahan pangan melonjak, dan nilai tukar mata uang berfluktuasi tajam. Ini adalah bentuk kepedulian nyata untuk meringankan beban domestik warga,” ujar Donny saat ditemui di lokasi.
Donny, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, menambahkan bahwa program ini membawa misi edukasi jangka panjang. Salah satu fokus utamanya adalah diversifikasi pangan, di mana masyarakat diajak untuk mengurangi ketergantungan pada beras sebagai sumber karbohidrat tunggal dan mulai melirik tanaman pangan alternatif yang lebih adaptif.
“Melalui posko ini, kami juga mengampanyekan penanaman tanaman pengganti beras. Kita harus kreatif dan mandiri agar kebutuhan gizi keluarga tetap memenuhi standar nutrisi tanpa ketergantungan pada satu komoditas saja,” imbuhnya.
Keberhasilan Posko Pangan di Desa Tampingmojo tidak diraih secara instan. Di balik hijaunya lahan siap panen tersebut, ada kolaborasi solid antara pengurus partai, warga, hingga para praktisi agraria. Kehadiran para tenaga ahli ini memastikan proses budi daya berjalan efektif dan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tinggi.
Anggota DPRD Jombang dari Fraksi PDI Perjuangan, Moh. Naim, memaparkan bahwa lahan percontohan di Tembelang ini difokuskan pada komoditas hortikultura organik yang memiliki siklus panen cepat namun kaya nutrisi, seperti kangkung, sawi, terung, hingga tomat. Pemilihan sayuran organik ini sengaja dilakukan agar masyarakat mendapatkan asupan gizi yang sehat dan bebas dari residu kimia berbahaya.
“Semua proses ini dikerjakan secara gotong royong. Kami tidak asal menanam; ada perlakuan khusus dan bimbingan teknis langsung dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang menerjunkan ahli-ahli pertanian terampil. Hasilnya bisa kita lihat sendiri, kualitas sayurannya sangat baik, segar, dan sehat untuk dikonsumsi,” terang Naim.
Kesuksesan di Kecamatan Tembelang memicu optimisme baru untuk meluaskan dampak sosial program ini. PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menargetkan gerakan Posko Pangan tidak berhenti sebagai proyek satu titik, melainkan akan diduplikasi secara masif di seluruh wilayah Jombang yang mencakup 21 kecamatan.
Mengenai teknis pelaksanaan ke depan, Naim menjelaskan bahwa luas lahan di tiap wilayah akan disesuaikan dengan kondisi geografis, ketersediaan lahan, dan potensi lokal masing-masing Pengurus Anak Cabang (PAC). Kendati kapasitas lahan berbeda, sistem manajerial yang diterapkan akan mengadopsi standar yang sama dengan proyek percontohan Tembelang.
“Melihat progres di Tembelang yang sangat bagus dan direspons antusias oleh warga, Ketua DPC telah menginstruksikan seluruh PAC di 21 kecamatan untuk segera bergerak. Prinsip utamanya tetap sama: dikelola bersama secara gotong royong, didampingi ahli agraria, dan seluruh hasilnya 100 persen diberikan cuma-cuma untuk masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Naim.
Melalui gerakan yang diinisiasi dari bawah ini, PDI Perjuangan Jombang berharap dapat memantik kesadaran kolektif masyarakat luas untuk memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan tidur menjadi sumber pangan mandiri. Jika setiap desa mampu mengamankan rantai pasok pangannya sendiri, maka gejolak harga di pasar tidak akan lagi menjadi momok menakutkan bagi ketahanan domestik warga.











