DIGI-PASTRI KKN Kolaboratif 1 UTM Perkuat Digitalisasi UMKM Bulugunung

MAGETAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) melaksanakan program DIGI-PASTRI (Digitalisasi Promosi dan Administrasi) sebagai bentuk komitmen dalam mendukung transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Program ini merupakan keberlanjutan dari program KKN tahun sebelumnya yang berfokus pada pendataan UMKM dan pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap melalui agenda pendataan dan pendampingan setiap pekan selama masa KKN, dengan rangkaian kegiatan ditutup pada Sabtu (25/7/2026).

Program DIGI-PASTRI dikoordinasikan oleh Syamsuddin, Dewi Kurnia Sari, dan Nurul Hikmah Septiani sebagai penanggung jawab program. Dalam pelaksanaannya, ketiganya berkolaborasi dengan seluruh anggota KKN Kolaboratif Kelompok 1 UTM yang turut terlibat dalam proses pendataan, pendampingan, hingga penyelesaian luaran program.

Berangkat dari hasil program sebelumnya, mahasiswa KKN melakukan pendataan ulang terhadap UMKM untuk mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi. Fokus utama DIGI-PASTRI tahun ini adalah membantu UMKM yang belum terdaftar di Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh pelanggan, memfasilitasi pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku usaha yang ingin menerapkan sistem pembayaran non-tunai, serta memperkuat identitas visual beberapa UMKM melalui kegiatan rebranding.

Koordinator desa KKN Kolaboratif 1 UTM, Febrian Prasetiyo menyampaikan bahwa keberlanjutan DIGI-PASTRI menjadi langkah nyata agar hasil pengabdian masyarakat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkesinambungan.

“Program DIGI-PASTRI kami rancang sebagai lanjutan dari program KKN sebelumnya. Setelah dilakukan pendataan ulang, kami memprioritaskan UMKM yang belum memiliki titik lokasi di Google Maps, UMKM yang ingin menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital, serta beberapa pelaku usaha yang membutuhkan penguatan identitas usahanya melalui rebranding. Harapannya, pendampingan ini dapat membantu UMKM semakin dikenal masyarakat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan digital,” ujar Febrian.

Selama proses pendampingan, mahasiswa KKN berhasil membantu tiga UMKM dalam pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps sehingga masyarakat dapat menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah melalui layanan pemetaan digital. Selain itu, tiga UMKM juga berhasil difasilitasi dalam pembuatan QRIS sebagai upaya mendukung transaksi yang lebih praktis, aman, dan sesuai dengan perkembangan sistem pembayaran digital.

Tidak hanya berfokus pada aspek administrasi digital, DIGI-PASTRI juga menghadirkan inovasi pada sisi promosi melalui kegiatan rebranding. Dua UMKM, yaitu Bakso Curhat (Mak Tuki) dan Sermier, mendapatkan pendampingan berupa pembuatan desain sekaligus pemasangan banner baru sebagai identitas usaha. Rebranding tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik visual usaha, memperkuat citra merek, serta memberikan kesan yang lebih profesional kepada konsumen.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kolaboratif UTM, Bapak Dr. Haryo Triajie S.Pi., M.Si., mengapresiasi keberlanjutan program yang tidak hanya melanjutkan hasil pendataan tahun sebelumnya, tetapi juga menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan UMKM di era digital.

Melalui program DIGI-PASTRI, mahasiswa KKN Kolaboratif 1 UTM berharap digitalisasi tidak berhenti pada proses administrasi semata, melainkan mampu menjadi pintu masuk bagi UMKM Desa Bulugunung untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan para pelaku UMKM, DIGI-PASTRI diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya ekosistem usaha desa yang semakin modern, mandiri, dan berdaya saing.