Legislator Jombang Apresiasi Kreasi Warga Upacara Bendera di Sentra UMKM Mengenakan Busana Adat

Anggota DPRD Jombang, Fraksi Golkar, Andik Basuki Rahmat mengapresiasi kreasi warga Desa Godong menggelar upacara bendera di jalan sentra UMKM dan mengenakan pakaian adat. (memoexpos)

JOMBANG — Ada pemandangan tak biasa di ruas jalan Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Senin (17/8/2026).

Jalanan desa yang sehari-harinya ramah dipadati pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu mendadak disulap menjadi lapangan upacara kemerdekaan.

Menariknya, ratusan warga tidak mengenakan seragam resmi, melainkan tampil dengan aneka busana adat dan kostum kebhinekaan. Aksi kreatif warga dari 28 Rukun Tetangga (RT) ini menyedot perhatian publik karena baru pertama kalinya digelar di tingkat desa.

Anggota DPRD Kabupaten Jombang dari Fraksi Partai Golkar, Andik Basuki Rahmat, yang turut hadir di lokasi, memuji gagasan warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) Godong tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan fasilitas desa seperti pusat UMKM menjadi arena peringatan kemerdekaan membawa angin segar bagi kekompakan warga.

“Alhamdulillah, ini pertama kali diadakan di Desa Godong dan antusiasmenya dari masyarakat luar biasa. Semua RT dari sejumlah 28 RT semuanya mengirimkan perwakilannya, masing-masing 10 orang perwakilan. Kalau kita kalikan ya hampir 300 orang yang ikut serta,” kata Andik Basuki Rahmat saat diwawancarai usai upacara.

Penyelenggaraan upacara di ruang publik desa ini dinilai tidak hanya sebatas seremonial, tetapi menjadi jembatan untuk menguatkan rasa cinta tanah air langsung dari tingkat tapak.

“Pagi hari ini kita sengaja memang mengadakan satu upacara bendera dalam rangka peringatan HUT RI ke-81 dengan mengusung tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’. Tentu ini semua adalah untuk memberikan satu rasa cinta tanah air agar warga kita semakin menyadari, semakin rasa nasionalismenya tumbuh dengan sendiri,” jelas Andik.

Lebih lanjut, legislator Golkar tersebut menekankan bahwa semangat kebersamaan yang terbangun dari aksi kerakyatan ini berpotensi besar mendukung kemajuan pembangunan di Desa Godong.

“Sehingga kita juga akan terbantu dengan sendirinya untuk membangun desa ini. Mewujudkan rasa keadilan yang betul-betul merata dan rasa kesejahteraan yang dirasakan oleh semua masyarakat. Itu harapannya,” lanjutnya.

Kemeriahan di jalan desa tersebut makin terasa lantaran panitia menyisipkan kompetisi antarkontingen. Setiap RT dituntut tampil sekreatif mungkin dalam memamerkan pakaian adat yang mereka kenakan. Pihak panitia menyiapkan apresiasi khusus bagi rombongan RT dengan busana paling menarik.

“Memang ada penilaian di masing-masing RT. Sengaja kami sampaikan nanti akan kami nilai 5 terbaik dan akan kami umumkan nanti pada saat di akhir kegiatan Agustusan pada pengajian akbar di Desa Godong tanggal 28 mendatang,” pungkas Andik.

Meski dilaksanakan di tengah jalan umum yang melintasi area UMKM, seluruh prosesi pengibaran bendera Merah Putih berlangsung khidmat. Pemdes bersama tokoh warga setempat berharap kegiatan berkonsep kebhinekaan ini dapat terus dilestarikan sebagai sarana menjaga kerukunan dan silaturahmi antarwarga di masa mendatang.