Kolaborasi UNIPDU dan Universitas Brawijaya Dorong Gaya Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan di Jombang

JOMBANG — Upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat terus dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat. Di Kabupaten Jombang, dosen dan mahasiswa Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) bersama tim Universitas Brawijaya (UB) mengajak masyarakat memperkuat penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi (Bestari Saintek) Tahun 2025–2026, yang dilaksanakan di tiga desa mitra di Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, yakni Desa Sumbermulyo, Desa Ngumpul, dan Desa Mayangan.

Program Bestari Saintek mengembangkan pendekatan living lab dengan menempatkan masyarakat dan lingkungan sebagai ruang penerapan pengetahuan, riset, dan inovasi perguruan tinggi. Pendekatan tersebut mendorong agar hasil pengembangan ilmu dan teknologi dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kolaborasi tersebut melibatkan tim Universitas Brawijaya yang diketuai Prof. Dr. Ir. Nur Hidayat, M.P., bersama Dr. Ir. Rita Paramawati, SP., ME., IPU., ASEAN Eng. dan Lia Niablah Najwah, S.I.P., M.Si. Dari UNIPDU Jombang, kegiatan melibatkan Dr. Herin Mawarti, S.Kep.Ns., M.Biomed dan Dina Eka Shofiana, S.E., M.A., serta mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UNIPDU. Rangkaian kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai mitra dalam pelaksanaan program.

Salah satu rangkaian kegiatan berlangsung pada 14 Agustus 2026 di Balai Desa Ngumpul. Kegiatan memadukan edukasi kesehatan masyarakat dengan pemanfaatan potensi lingkungan melalui edukasi GERMAS serta pelatihan pengolahan sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Salah satu kegiatan utama adalah pelatihan pembuatan produk turunan eco-enzyme yang diberikan oleh Dr. Herin Mawarti, S.Kep.Ns., M.Biomed. Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan eco-enzyme sebagai bahan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan tersebut tidak hanya menekankan aspek keterampilan, tetapi juga mengajak masyarakat memahami bahwa sampah organik dapat dikelola menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.

Selain pelatihan eco-enzyme, dosen dan mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UNIPDU turut memberikan edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Edukasi mencakup pentingnya aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta pemilahan sampah organik dan anorganik.

Materi GERMAS dikemas dengan menghubungkan perilaku hidup sehat dengan kondisi lingkungan tempat masyarakat tinggal. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya diajak menjaga kesehatan diri, tetapi juga memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dan mendukung kehidupan sehat.

Keterlibatan mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UNIPDU menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi turut terlibat dalam proses edukasi dan interaksi langsung dengan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan kesehatan masyarakat dalam konteks kehidupan nyata.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya membangun masyarakat sehat tidak hanya berkaitan dengan perubahan perilaku individu. Pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sampah, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat, serta keterlibatan masyarakat merupakan bagian yang saling berkaitan dalam membangun ekosistem kehidupan yang sehat.

Kolaborasi antara Universitas Brawijaya, UNIPDU Jombang, pemerintah desa, masyarakat, dan PGN diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan penerapan inovasi di desa. Melalui pendekatan living lab, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ditempatkan sebagai bagian dari proses menemukan dan menerapkan solusi atas persoalan kesehatan dan lingkungan di wilayahnya.

Dengan demikian, rangkaian kegiatan Bestari Saintek tidak sekadar menjadi kegiatan edukasi, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra, dan masyarakat dalam membangun kesadaran, keterampilan, serta kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan secara berkelanjutan.