Keramik Pecah Banyak Pohon Mati, Perkim Jombang Tegur Pelaksana Proyek

269
Foto : Kondisi keramik rusak di trotoar Jalan KH Wahid Hasyim Jombang.

Jombang, memoexpos.co – Kerusakan beberapa titik keramik di trotoar Jalan KH Wahid Hasyim Jombang kembali dikeluhkan, beberapa pohon nampak mati namun tak segera diganti.

Pantauan media memoexpos.co di lokasi, proyek yang menelan anggaran hingga Rp16,7 Miliar ini ditemukan beberapa titik keramik yang mengalami kerusakan, bahkan pecahan keramik nampak berceceran di sekitar lokasi.

Selain keramik pecah, juga banyak ditemukan pohon yang mati dan belum juga diganti sampai saat ini.

“Keramik pecah ini ya membahayakan, apalagi serpihan pecahan terlihat lancip, khawatir kalau anak-anak bermain di lokasi itu terkena serpihan keramik,” ujar Adit warga Jombang saat melewati lokasi, Rabu (8/6/2022).

Menurutnya, pohon yang mati juga banyak ditemukan, ia berpandangan bahwa pohon yang mati apabila tidak segera diganti bisa terjadi roboh. “Pohon yang mati ini juga menghawatirkan, khawatir saat angin kencang terjadi roboh karena kita juga tidak tahu akarnya masih hidup atau tidak,” keluhnya.

Warga Jombang inipun menginginkan, kerusakan ini agar segera diperbaiki. “Ya walau rusaknya sedikit, tapi ya harus segera dibenahi karena bahaya juga, apalagi saat anak-anak yang bermain di situ, yang lain sudah bagus untuk foto-foto tapi ada beberapa yang harus diperbaiki,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Setiawan Afandi PPK Proyek Drainase dan Trotoar Dinas Perkim Jombang membenarkan adanya pohon mati dan kerusakan di beberapa titik keramik. Menurutnya pohon yang mati memang banyak ditemui di segmen 2 dan segmen 3 salah satunya di depan RSUD Jombang.

Pihaknya mengaku sudah melakukan teguran kepada pihak kontraktor pelaksana, mengingat banyaknya pohon yang mati dan beberapa titik keramik yang rusak.

“Kita sudah berikan teguran kepada pihak kontraktor pelaksana, saat ini kan masih dalam masa pemeliharaan dan sudah direspon dengan baik,” ucapnya saat ditemui memoexpos.co di kantornya, Rabu (8/6/2022).

Setiawan menyebut, bahwa jaminan pemeliharaan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana dalam proyek ini selama satu tahun.

Disinggung jumlah pohon yang mati, pihaknya masih melakukan pendataan, karena menurut dia ada beberapa pohon yang memang belum tumbuh daun sehingga belum bisa dipastikan mati. “Kami belum memastikan lagi, coba kami konfirmasikan ke konsultannya, biar dilakukan pengecekan ulang, yang belum muncul daunnya itu saya belum berani menyatakan mati,” tutupnya. (Bay/Sy)