Hardiknas 2022, Nasib Tenaga Pendidik dan Kependidikan Honorer di Jombang Bergantung Pemkab

147
Foto : Ipung Kurniwan saat megajar.

memoexpos.co – Pemerintah telah menetapkan hari pendidikan nasional (Hardiknas) jatuh pada tanggal 2 Mei. Namun seiring diperingatinya momen tersebut masih banyak tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang masih berstatus honorer dan belum mendapatkan kesejahteraan yang layak.

Koordinator Forum Honorer Kabupaten Jombang Ipung Kurniawan menjelaskan, berdasarkan data yang ia himpun, tercatat sedikitnya ada 2.000 honorer lingkup Pendidikan di Kabupaten Jombang yang masih membutuhkan kesejahteraan, dari angka tersebut tercatat sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan honorer.

“Kalau keseluruhan baik data pendidik maupun kependidikan honorer ada 2.000 lebih, mulai dari TK sampai dengan SMP,” ujar Ipung kepada memoexpos.co Jum’at (13/5/2022).

Ipung menyebut, bahwa tenaga pendidikan yang ada di sekolah ini sama sekali belum tersentuh oleh Pemerintah, padahal menurut Ipung tenaga kependidikan merupakan motor penggerak utama karena memegang data yang krusial di sekolah.

“Kemarin alhamdulillah yang kita perjuangkan sama-sama beberapa honorer sudah dikomodir menjadi ASN dengan P3K, namun itu bukan honorer yang dari tenaga kependidikan, tenaga kependidikan belum masuk,” tambahnya.

Disisi lain, menurut Ipung karena adanya formasi dan kuota ini yang ahirnya masih banyak para honorer yang tertinggal.

Ia menambahkan, bahwa ia mewakili para pegawai honorer di Kabupaten Jombang berharap besar, agar para pendidik dan tenaga kependidikan bisa terakomodir.

Dia menjelaskan, bahwa di Tahun 2023 nanti sudah tidak ada lagi honorer dilingkup pendidikan maupun pemerintahan, saat ini ia sedang memperjuangkan nasib para pendidik dan tenaga kependidikan honorer agar bisa mendapatkan kesejahteraan yang layak.

“Kita berharap kepada Pemerintah Kabupaten agar mengusulkan dari pendidik dan tenaga kependidikan, nasib para honorer bekerja seperti ASN namun gaji perbulannya antara Rp. 200.000,- s.d Rp. 500.000,” pungkasnya. (Sy)