JOMBANG – Sistem pengamanan ganda ternyata belum sepenuhnya menjamin kendaraan aman dari incaran komplotan curanmor. Peristiwa yang menimpa Andika Pratama (29) di psrkiran Indomaret Jalan Abdurrahman Wahid, Desa Candimulyo, Jombang, Selasa (21/7/2026) dini hari, menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat memarkir kendaraan, terutama di area publik pada jam-jam rawan.
Meski sepeda motor Honda Vario tahun 2020 bernopol S 2407 ODC miliknya sudah dikunci stang serta ditutup rapat penutup magnetnya, pelaku hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit untuk membobol dan membawa kabur kendaraan bernilai Rp17 juta tersebut.
Aksi nekat dua pelaku yang terekam CCTV minimarket ini terjadi sangat cepat sekitar pukul 03.30 WIB. Korban baru menyadari kendaraannya digondol maling setelah helmnya terjatuh dan mendapat teriakan dari penjual makanan di sekitar lokasi.
“Saya tahunya pas helm saya jatuh. Penjual nasi goreng di depan bilang, ‘Sepedamu, sepedamu.’ Saya langsung keluar, tapi motor sudah hilang,” ujar Andika saat memberikan keterangan, Selasa (21/7/2026) sore.
Saksi mata di lokasi kejadian semula tak mengira bahwa orang yang mendekati kendaraan korban adalah pencuri.
“Dikiranya pelanggan yang mau belanja di Indomaret. Kejadiannya cepat sekali. Waktu itu penjual nasi goreng juga sedang sibuk cuci piring,” tutur Andika.
Dari rekaman kamera pengawas, komplotan ini beraksi secara terbagi tugas. Satu pelaku bertindak sebagai eksekutor, sementara satu lainnya bersiap di atas motor untuk mengawasi situasi sebelum kabur ke arah timur. Usaha pengejaran yang dilakukan korban bersama rekan kerjanya pun membuahkan hasil nihil.
“Sempat saya kejar, ada juga yang bantu. Tapi sampai lampu merah pelakunya sudah tidak kelihatan lagi,” ungkapnya.
Proses identifikasi lapangan sempat terkendala oleh kualitas rekaman kamera pemantau di lokasi.
“CCTV-nya agak buram, jadi wajah pelaku tidak begitu terlihat,” tambahnya.
Dampak dari musibah ini mengganggu mobilitas harian korban untuk berkerja. Tanpa kendaraan utama, ia kini terpaksa mengandalkan pinjaman dari kerabat.
“Sekarang sementara pinjam sepeda dulu untuk kerja, karena belum ada uang buat beli motor lagi,” pungkas Andika.
Kasus pencurian ini telah resmi dilaporkan dan kini dalam penanganan intensif Satreskrim Polres Jombang. Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pekerja malam maupun pengelola usaha retail agar memadukan kunci mekanis dengan pengamanan tambahan seperti gembok piringan cakram (disc lock) atau alarm rahasia guna meminimalisasi risiko serupa.
“Semoga cepat ketemu motornya dan tidak terjadi lagi kepada orang lain,” harap Andika.










