Sulap Limbah Kain Jadi Aksesoris dan Mainan Edukasi

66
Foto : Produk aksesoris yang dibuat dari limbah kain.

memoexpos.co – Warga Kelurahan Bugul Kidul, Kota Pasuruan berhasil menyulap limbah kain menjadi produk aksesoris dan alat mainan edukasi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Ide kreatif warga yang didampingi Mahasiswa KKM STITNU Al-Hikmah Mojokerto ini sebagai langkah inovasi meminimalisir dampak pencemaran lingkungan dan menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan.

Muiz (50), salah satu produsen sepatu kain menyebut, bahwa para produsen sepatu kain batik ecoprint di Kelurahan Bugul Kidul merasa resah lantaran pemusnahan limbah kain dengan cara dibakar. Menurutnya, hal itu sangat berdampak buruk pada lingkungan.

“Kami sangat menyayangkan kalau para produsen disini membakar limbah kain yang tak terpakai, karena sebenarnya ini bisa dimanfaatkan menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomi, namun tidak sempat mengolahnya,” ujar Muiz, Rabu (6/7/2022).

Menurut dia, dengan pendampingan serta respon cepat Mahasiswa KKM ini, para produsen sepatu kain mampu mengolah limbah kain menjadi barang bermanfaat. “Aksesoris seperti bros, bandu, skrundi dan alat permainan edukasi PAUD,” imbuhnya.

Sementara, Koordinator KKM STITNU Al-Hikmah Mojokerto Nuril Fikliyah menyebut, pendampingan yang dilakukan ini sebagai salah satu aktualisasi dari tridarma perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat. Pembuatan kerajinan dari limbah ini menggunakan alat seadanya, kendati demikian kreatifitas warga tetap berjalan.

Sebelum mengajak warga, Mahasiswa KKM mempraktekkan sendiri dengan alat dan bahan seadanya, hingga akhirnya ide kreatif ini muncul untuk dilanjutkan oleh warga.

“Awalnya kami memprakterkkan sendiri dengan alat dan bahan seadanya, setelah berhasil kami melakukan pendampingan kepada anggota PKK dan Dawis di RT 3,” kata Mahasiswa jurusan PIAUD semester 6 ini.

Nuril mengaku, aksesoris yang sudah jadi sangat diminati oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu yang punya anak kecil. “Lokasi pemasarannya 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Wonorejo, Winongan, Purwosari dan Kejayan,” imbuh dia.

Menurut dia, omzet pembuatan pertama sekitar Rp150 ribu. “Harganya variatif, untuk bros ukuran kecil Rp4 ribu, yang nesar Rp6 ribu, skruci Rp4 ribu, bandu Rp5 ribu dan jepit rambut Rp3 ribu,” jelasnya.

Selain dipasarkan secara langsung, produk kreatif masyarakat ini juga dipasarkan melalui online, agar jangkauan pembeli semakin luas.

Selain produk tersebut, produk lain berupa mainan edukasi juga dibuat dari limbah kain di Kelurahan Bagul Kidul ini.

“Kami juga mensuport untuk membuat alat permainan edukasi boneka jari dari kain limbah, selain bernilai ekonomi juga sebagai pendamping belajar anak usia dini agar pembelajaran menjadi menyenangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM STITNU Al-Hikmah Mojokerto, M Mujib Utsmani menyebut, pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa binaannya ini diharapkan menjadi sebuah trobosan baru bagi masyarakat.

Ia berharap, agar ide kreatif ini bisa dilanjutkan oleh warga setempat untuk mendongkrak perekonomian.

“Nanti ketika mahasiswa sudah selesai KKM, kreatifitas itu bisa dilanjutkan oleh masyarakat setempat dan semakin berkembang semakin besar lagi,” pungkasnya. (Sy)