Seminar Wawasan Kebangsaan di Jombang, H. Gatot Pupuk Jiwa Nasionalis Masyarakat

366
Foto : Febriana Meldyawati, SH., (kiri) H. Gatot Supriyadi (tengah) Donny Anggun, S.Sos. (kanan) saat isi materi seminar wawasan kebangsaan di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

memoexpos.co – Seminar wawasan kebangsaan dilakukan oleh H. Gatot Supriyadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan di Dusun Keplak, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Minggu, (27/3/2022).

Giat yang diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat dan perwakilan dari Pemerintah Desa Keplaksari sebagai peserta ini mengambil tema ‘Urgensi Wawasan Kebangsaan dalam Meningkatkan Sikap Nasionalisme’. Hal ini merupakan langkah kongkrit legislatif dalam membumikan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat, sehingga toleransi, kerukunan dan kondusifitas masyarakat semakin terjalin.

Turut hadir juga sebagai narasumber seminar Donny Anggun, S.Sos., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang dan Anggota DPRD Kota Mojokerto Febriana Meldyawati, SH.

Dalam sambutannya, H. Gatot memaparkan, tujuan diadakan seminar wawasan kebangsaan ini sebagai upaya memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat ruang lingkup wawasan kebangsaan.

“Terimakasih banyak kepada masyarakat yang sudah meluangkan waktunya untuk berdiskusi wawasan kebangsaan, semoga masyarakat bisa lebih memahami dan menyatu dengan pilar bangsa Indonesia,” jelas Politisi yang akrab disapa Abah Gatot ini.

Diforum yang sama, Donny Anggun selaku narasumber menjelaskan, pentingnya masyarakat memahami wawasan kebangsaan ini sebagai langkah utama dalam bertindak dan berfikir. Berdasar pada dasar negara Pancasila.

“Ketika kita benar-benar memahami wawasan kebangsaan, saat kita bertindak dan berfikir pasti berlandaskan pada pemikiran pancasila,” jelas Donny.

Selain itu, tambah Donny, toleransi antar umat beragama juga harus terjalin dengan baik, saling menghargai pendapat dalam satu naungan bhineka tunggal ika.

Donny juga mengajak kepada masyarakat untuk menjauhi kelompok-kelompok intoleransi, karena menurutnya intoleransi tidak dibenarkan di Indonesia.

“Karakter kita sebagai warga negara bangsa Indonesia, jangan sampai menganut faham intoleran, bangsa kita ini majemuk, harus saling menghargai pendapat dalam keeangka pemikiran atau landasan dasar negara Bangsa Indonesia yaitu pancasila,” tandasnya.

Senada dengan itu, Febriana Meldyawati dalam paparannya sebagai narasumber juga menjelaskan bahwa masyarakat harus benar-benar memahami wawasan kebangsaan. Karena menurut pilitisi muda yang akrab disapa Mbak Melda ini, bangsa Indonesia akan maju dan kondusif ketika masyarakatnya dalam bertindak dan berfikir berlandanskan dasar negara Indonesia.

Selain itu, ia juga mengajak agar para orang tua memberikan pemahaman lebih tentang wawasan kebangsaan kepada putera-puterinya sejak dini. Karena generasi yang akan datang harus faham betul empat pilar bangsa Indonesia.

“Mari kita mengenalkan sejak dini tentang wawasan kebangsaan kepada putera-puteri kita, kita fahamkan tentang Pancasila, UUD 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka tunggal ika,” ajak Politisi PDI Perjuangan asal Kota Mojokerto ini.

Didalam seminar ini, juga diisi dengan forum dialog, sesuai pemantauan media memoexpos.co dilokasi, antusias masyarakat yang mengikuti seminar ini begitu tinggi.

Dalam forum dialog, masyarakat menginginkan akses infrastruktur yang memadai, khususnya di wilayah Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Aspirasi tersebut ditampung oleh Donny Anggun dan akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Jombang. (Sy)