Kenali Gejala dan Pencegahan Preeklamsia pada Ibu Hamil di Poli Kandungan RSUD Jombang

76
Foto : (kanan) Dokter spesialis kandungan RSUD Jombang dr Joko Pratomo Sp.OG(K) saat berbincang di Talkshow Kesehatan Humas RSUD Jombang Menyapa membahas kelainan pada kehamilan dan janin.

memoexpos.co – Sebagai salah satu layanan unggulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, Poli Kandungan RSUD Jombang memiliki sejumlah dokter berkompeten untuk menangani preeklamsia dan eklamsia.

Preeklamsia sendiri merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang terjadi karena tekanan darah terlalu tinggi semasa mengandung bayi. Sedangkan Eklampsia adalah komplikasi parah lanjutan dari preeklampsia pada ibu hamil. Kondisi ini bukan hanya ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, namun juga kejang, koma, atau bahkan penyebab kematian ibu hamil.

Menurut dr Joko Pratomo Sp.OG(K) salah satu dokter spesialis kandungan di RSUD Jombang, dirinya mengajak kepada ibu hamil agar bisa mengetahui gejala preeklamsia, mengingat hal itu merupakan salah satu masalah yang harus segera ditangani ketika telah terjadi gejala pada ibu hamil.

“Ditandai dengan tingginya tekanan darah, dikatakan tinggi itu kalau tekanan darah sama atau melebihi 140/90. Skrining dan deteksi dini preeklamsi dapat juga dilakukan di Puskesmas karena tenaga dan alat penunjang laboratorium sudah tersedia di Puskesmas,” jelasnya.

Jika preeklamsia tidak segera tertangani, maka dampak yang ditimbulkan adalah terhambatnya pertumbuhan janin bahkan kematian janin. Komplikasi lanjutan pada ibu hamil juga bisa sangat berat bahkan dapat menyebabkan meninggal dunia.

“Tentang penyebab utamanya sampai sekarang belum diketahui, karena masih berdasarkan teori. Dulu kita sering mendengar istilah keracunan kehamilan, karena memang terjadi komplikasi pada kehamilan, tetapi bagaimana racun itu timbul, penyebabnya sampai sekarang belum diketahui. Namun, dugaan kuat karena ada kelainan pada saat implantasi plasenta,” terangnya.

Masih menurut dr Joko, deteksi dan pencegahan eklamsia bisa dilakukan di Puskesmas terdekat, dengan kurun waktu kurang dari 20 minggu kehamilan. Waktu tersebut merupakan waktu yang ideal jika nantinya dilakukan penanganan ketika terjadi eklamsia.

“Dengan cara apa? skrining kepada ibu hamil dengan preeklampsi, jadi setiap ibu hamil makanya harus diperiksa agar tidak sampai eklampsia. Kalau bisa dilakukan kurang dari 20 minggu kehamilan, takutnya kalau telat maka akan terlambat untuk dapat penanganan yang maksimal,” ungkapnya.

Sedangkan di Poli Kandungan RSUD Jombang sendiri terdapat sejumlah dokter berkompeten untuk menangani masalah preeklampsia bahkan eklampsia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan pengecekan kehamilan.

“Kebetulan RSUD Jombang jadi RS rujukan untuk kasus preeklampsia, jadi jika dalam kegiatan skrining ternyata positif berisiko preeklamsia, maka harus dirujuk ke RS. Kita melakukan wawancara tentang hal-hal yang berkaitan dengan preeklamsia, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang laboratorium dan USG,” ujarnya.

Nah untuk mencegah komplikasi pada ibu hamil, dr Joko menyarankan kepada setiap calon ibu untuk memastikan kondisi kesehatan, baik secara fisik dan mental.

“Hamil dan mempunyai keturunan tentu anugerah bagi setiap orang, namun pencegahan dalam hal ini harus dilakukan. Seumpama calon ibu tidak sehat punya riwayat penyakit yang beresiko saat hamil, maka harus dicegah. Namun jika sudah terlanjur dan terjadi preeklampsi segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan kepada dokter,” lanjutnya.

Kepada seluruh masyarakat juga agar dapat memahami kondisi kehamilan yang normal dan sehat tanpa mengganggu pertumbuhan janin, serta menekan kesakitan dan kematian akibat kondisi preeklampsi.

“Kepada masyarakat, ketika ingin merencanakan kehamilan, maka persiapkanlah mental dan fisik. Ibu dan ayah akan dengan senang hati menyambut lahirnya bayi yang sehat mental dan fisiknya, yang tingkat IQ-nya tinggi. Jika ibu sakit atau kurang fit, maka diobati dulu. Jika ada faktor risiko untuk terjadinya preeklamsia, kendalikan dulu. Preeklampsia–eklampsia merupakan 1 dari 3 penyebab kematian ibu di Indonesia. Jangan rahasiakan kehamilan anda apalagi jika anda menderita penyakit tertentu. Jika penyakit tersebut diketahui lebih dini, maka akan tertangani lebih cepat dan tepat,” tukasnya.

Sebagai informasi, pelayanan poli kandungan dan kebidanan di RSUD Jombang dapat diakses mulai hari Senin-Jumat. Untuk pelayanan hari Senin-Kamis mulai pukul 07:00-12:00 WIB, sedangkan untuk hari Jum’at mulai pukul 07.00-11.00 WIB, dengan pelayanan dokter-dokter spesialis yang ahli di bidangnya.