Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia Launching Satgassus Deradikalisasi

1167

memoexpos.co – Inkoppol RI (Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia) gelar launching Satgassus Deradikalisasi Inkoppol RI proyek tanam Pisang dan Durian seluas 10 hektar kerjasama dengan Tripartit Perum Perhutani KPH Malang Inkoppol RI dan LKDPH Agung Lestari Desa Pondokagung Kasambon Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang.

Ketua panitia launching, AKBP (Purn) Minardi dalam sambutannya mengatakan, Program Inkopol yakni bekerja sama dengan Perhutani khususnya KPH Malang dan LKDPH Agung lestari. Terkait radikalisme prinsip Inkopol intinya menghilangkan 4 kosong di wilayah pinggiran hutan yang rata rata terindikasi kemiskinan maka kehadiran Inkopol untuk membantu dalam hal sosial.

Ditempat sama, Hengky Herwanto Administratur Madya KPPH Malang mengatakan lanching tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama yang sudah ditandatangani tanggal 12 Februari yang lalu antara Perum Perhutani KPH Malang, Inkoppol RI dan LKDPH Agung lestari yang berada di lokasi desa Pondokagung kecamatan Kasembon. Secara pengelolaan hutan berada di Petak 132 x RPH Kasembon. Sedangkan Misi Perum Perhutani yakni mengelola sumberdaya hutan secara lestari dan peduli kepada kepentingan masyarakat dan lingkungan, mengoptimalkan

Drs Mudji Waluyo SH., MM inspektur Jenderal Polisi (p) Kepala Satgassus Program Deradikalisasi inkoppol RI dalam amanatnya melalui program penanaman Pisang dan Durian di kecamatan Kesamben Kota Batu

Disela – sela kegiatan, Kapolsek Kasembon mendapat kesempatan sambutan dengan sambil menceritakan organisasi Gempall yang ada diwilayah hukumnya. Senin (22/3/2021)

Kapolsek Kasembon Iptu G. Windu Hadi, S.Sos menyampaikan, bahwa Gerakan masyarakat peduli alam dan lingkungan (GEMPALL) didalamnya terdiri dari berbagai macam komunitas yang ada di Kecamatan Kasembon diantaranya : ada Anshor, Banser, Hindu Pecala, Patria dan yang lainnya.

Semua organisasi kemasyarakatan yang ada di Kecamatan Kasembon ini kami jadikan satu dan kami beri nama GEMPALL Indonesia Dan ini menjadi bibit organisasi, nanti diharapkan ada GEMPALL GEMPALL di kecamatan, Kabupaten, bahkan di Indonesia.

Gempall sendiri Karena didalamnya terdiri berbagai komunitas dan juga berbagai agama disamping itu Gempall betul-betul peduli dengan lingkungan, setiap ada permasalahan tidak memerlukan waktu yang lama itu kami berupaya untuk diselesaikan dijajaran dipaling bawah terlebih dahulu.

Kapolsek mencontohkan, selama 2 tahun menjadi Kapolsek di Kasembon hanya ada satu kasus yang diproses itupun laporan palsu.

“Kami berupaya memberikan kepercayaan kepada jajaran yang paling bawah mulai dari RT, RW untuk menyelesaikan setiap ada permasalahan. Ketika dari RT, RW dan Desa tidak bisa menyelesaikan permasalahan, maka akan diselesaikan ditingkat Polsek,”

Sementara itu, permasalahan diproses hukum itu adalah jalan yang paling terakhir, akan tetapi ketika masih bisa diupayakan dibina dan diselesaikan secara kekeluargaan itu akan menjadi lebih baik,

“Selama saya menjadi Kapolsek di sini memang sangat sangat didukung oleh seluruh tokoh masyarakat bahkan kepala paguyuban Desa setiap ada kunjungan bapak Kapolres permintaannya hanya satu Kapolsek nya jangan dipindah dulu kalau bisa sampai pensiun,” ungkapnya. (tya)