Wabup Sumrambah Buka Sosialisasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya

250

Caption Foto : Wakil Bupati Jombang saat buka sosialisasi

memoexpos.co – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang gelar Sosialisasi Limbah bersama Kementrian LHK dibuka oleh Wakil Bupati

Di tahun 2020 kementerian lingkungan Hidup dan kehutanan melakukan berbagai inovasi terkait dampak pembuangan dan pengolahan limbah di Kabupaten Jombang.

“Ucapan terima kasih karena telah adanya perhatian dari kementerian lingkungan Hidup dan kehutanan mengenai kondisi lingkungan di Jombang. kementerian telah memberikan solusi terbaik bagi warga masyarakat yang mana sebelumnya Pemerintah Kabupaten Jombang belum memiliki solusi terhadap permasalahan B3, terkait teknologi terapan yang akan digunakan.”

Hal itu disampaikan oleh Sumrambah Wakil Bupati Jombang ketika membuka Sosialisasi pengelolaan limbah berbahaya dan beracun di Kabupaten Jombang yang bertempat di Ruang Suryodiningrat Hotel Yusro Jombang. Selasa (03/12/2019)

Lanjut Sumrambah, sejak dari dulu kita semua tahu permasalahan ini, tetapi kita tidak mungkin membunuh jalan usaha ini yang ditekuni berbulu 10 tahun oleh warga setempat dan telah mendongkrak, membantu perekonomian pelaku usaha yang terlibat di dalamnya, terkait dampak yang ditimbulkan kami juga telah memahaminya, namun solusi dan biaya untuk menyelesaikan problem ini belum terpikir secara jernih bagi Pemerintah Kabupaten.

“Selanjutnya kedepan agar warga bisa bersinergi untuk sepakat mencari solusi terbaik, tidak lepas tangan begitu saja, mengingat pencapaian dari hasil yang telah dinikmati sudah cukup memuaskan, selanjutnya adalah untuk bagaimana berpikir bersama mencari solusi tanpa menimbulkan kerugian bagi pihak lain.” Harapnya

Sementara itu Dr Ir Haruki Agustina, M.Sc selaku direktur pemulihan kontaminasi dan tanggap darurat limbah B3 kementerian lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) Saat menyampaikan materi mengajak para pelaku usaha untuk berpikir jernih ketika menekan sekecil mungkin dampak yang ditimbulkan tetapi disisi lain tetap bisa menjalankan usaha.

Limbah B3 dalam waktu yang panjang akan memberikan efek negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

“Janganlah menyuruh ibu-ibu bekerja dalam lingkup pengolahan limbah B3 karena dampaknya bisa masuk ke dalam tubuh dan dampak itu baru muncul ketika 10 tahun kemudian, efeknya bisa menyebabkan kanker Sedangkan untuk seorang ibu yang melahirkan anaknya bisa terlahir bayi yang cacat idiot atau lainnya” jelas Haruki

Limbah elektronik seperti pembakaran PCB (printed circuit broad), komputer, handphone, printer, cartridge, kabel dan sebagainya dampak pembakarannya lebih berbahaya dibandingkan pengelolahan limbah aluminium. Asap dari limbah tersebut yang mengumpulkan udara akan merusak ozon lebih parah.

Telah disiapkan anggaran 12 miliar diantaranya untuk memperbaiki lingkungan yang ramah, menjadikan kawasan sentra industri ekonomi kreatif serta menumbuhkan ekonomi kerakyatan dan mewujudkan ekowisata, terdapat enam daerah yang akan digarap untuk pemulihan yakni Desa Kendalsari dan desa curahmalang Kecamatan Sumobito, desa carangrejo dan desa Kedung melati Kecamatan Kesamben, Desa buduk Sidorejo Kecamatan Peterongan dan salah satu desa di Kecamatan Mojoagung. Pungkasnya (bay)