Harga Tembakau Naik, Petani di Jombang Kebut Merajang

60
Sumadi saat merajang tembakau menggunakan mesin. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Petani tembakau di Jombang, Jawa Timur sumringah. Pasalnya, saat ini harga tembakau lagi bagus-bagusnya, para perajang mengebut rajangan tembakaunya agar cepat laku dijual.

Seperti yang dilakukan oleh Sumadi (53) pria asal Dusun Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang ini, ia bersama warga setempat nampak kompak mengebut rajangan tembakau.

“Harganya saat ini bagus, kita kebut rajangan,” ucap Sumadi sembari memasukkan tembakau ke mesin rajangan, Jumat (8/9/2023) sore.

Dia menyebut, harga tembakau yang pakai gula saat ini tembus Rp 38 ribu perkilonya, sementara tidak pakai gula bisa tembus Rp 45 ribu.

Sedangkan, kata dia, tembakau habis petik tanpa proses penjemuran oleh petani dihargai maksimal di harga Rp 6 ribu. “Itupun melihat rendemen dari tembakau,” lanjutnya.

Ia bersyukur panas terik matahari yang maksimal sehingga tembakau akan cepat kering saat dijemur.

Ia menjelaskan, harga naik ini merupakan berkah bagi petani, bagaimana tidak, para pembeli langsung mendatangi petani untuk negosiasi.

“Kalau harga bagus gini, banyak pembeli yang langsung mendatangi petani. Siapa yang punya modal kuat ya lebih mudah dapat barang,” ungkapnya.

Ibarat barang berharga, menurut Sumadi saat ini tembakau menjadi rebutan para pembeli pembeli.

Sumadi mengaku, ia juga membeli beberapa tembakau milik tetangga, selain membantu warga cepat mendapatkan uang, potensi ekonomi juga semakin menjanjikan.

“Disini juga menampung tembakau punya tetangga, ya itung-itung membantu warga,” pungkas Kasun Brumbung yang akrab disapa Mbah Wo ini.