Diresmikan Gubernur Khofifah, Rumah Sakit Hasyim Asy’ari Bertekad Beri Pelayanan Bagi Kaum Dhuafa

65

memoexpos.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Rumah Sakit Hasyim Asy’ari (RSHA) Dompet Dhuafa yang berada di kawasan makam Gus Dur, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang pada Selasa (8/8/2023).

Peresmian ditandai dengan membunyikan tombol sirine oleh Gubernur Khofifah yang didampingi oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa, Parni Hadi dan Nyai Farida Salahuddin Wahid, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

Dengan adanya RSHA ini, Khofifah mengajak beberapa pihak terkait untuk berkolaborasi memenuhi segala kebutuhan untuk melayani pasien kurang mampu, termasuk bagi mereka yang tidak terdaftar di BPJS Kesehatan.

“Kita berharap bahwa proses kolaborasi bisa dibangun kemungkinan proses rujukan tertentu dan jenis alkes (alat kesehatan) tertentu. Misalnya, ahli spesialis tertentu di sini harus mendapat penguatan. RSHA mendekatkan pelayanan, mempercepat, mempermudah sehingga bisa menyapa masyarakat terutama masyarakat kurang mampu yang belum bisa di cover BPJS,” tutur Khofifah.

Rumah sakit yang berhasil dibangun Yayasan Pondok Pesantren Tebuireng dan Dompet Dhuafa ini merupakan salah satu mimpi dan harapan Alm KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah saat menjadi pengasuh pondok.

Sementara itu pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dalam sambutannya berharap bahwa hadirnya RSHA ini dapat memberikan manfaat dan rujukan masyarakat.

“Nantinya, RSHA diharapkan menjadi rujukan bagi masyarakat. Paling tidak lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng. Selain itu, RSHA ini adalah rumah sakit yang beroperasi dengan tenaga profesional. Sehingga, diharapkan tidak hanya masyarakat Jombang tapi juga nanti Jawa Timur bahkan mudah-mudahan lebih luas lagi. Supaya kita memberikan manfaat pada masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.

Parni Hadi selaku Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa sekaligus inisiator mengatakan bahwa semua pihak berperan penting dalam mewujudkan RSHA ini menjadi kenyataan (a dream come true).

Dengan demikian kedepannya ia berharap RSHA mampu membawa kemudahan masyarakat umum ketika membutuhkan fasilitas kesehatan, khususnya bagi kaum dhuafa. Sebab setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak mendapatkan perlindungan terhadap kesehatan.

“Tidak semua bisa menikmati akses pelayanan kesehatan, khususnya kaum dhuafa yang terkadang menemui berbagai kendala untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara paripurna. Mari kita wujudkan pelayanan yang nyaman dan menyehatkan masyarakat. Kita berdayakan pasien untuk bisa mandiri dengan memberikan peralatan dan fasilitas yang memadai,” pungkasnya.