Kasus Pembunuhan Brigadir J, Advokat di Jombang Menilai Seperti Tsunami Peristiwa

102
Edi Haryanto, SH, MH., (kiri) dan Heru Mulyono, SH., (kanan) saat melakukan diskusi hukum dengan tema Kasus Pembunuhan Brigadir J dari Perspektif Hukum Pidana.

memoexpos.co – Forum Komunikasi Advokat Jombang (FKAJ) gelar diskusi hukum dengan tema Kasus Pembunuhan Brigadir J dari Perspektif Hukum Pidana, di Cafe Bening, Dusun Weru, Desa Mojongapit, Kabupaten Jombang, Sabtu (13/8/2022).

Ketua FKAJ Heru Mulyono mengatakan, diskusi hukum yang diikuti oleh puluhan advokat yang terakomodir dalam FKAJ ini, sebagai ajakan kepada rekan seprofesinya untuk bisa menjelaskan kepada masyarakat agar tidak terjadi spekulasi atau melakukan pengadilan publik.

“Mengajak rekan-rekan advokat, sehingga kita mampu menjelaskan di masyarakat, bahwa tidak ada lagi spekulasi atau pendapat-pendapat diluar sana yang mungkin sementara ini ada pengadilan publik,” ucap Heru saat diwawancarai sejumlah wartawan usai acara.

Dirinya berpandangan bahwa setiap masyarakat bebas berpendapat, walaupun tidak mengetahui secara detail terkait aturan hukum. Namun dalam pembahasan kali ini, menurut Heru FKAJ mengajak agar masyarakat tidak mudah berspekulasi sehingga kasus kematian brigadir J ini tidak menjadi liar.

Sementara, Edi Haryanto narasumber diskusi hukum menyebut bahwa kasus kematian Brigadir J ini merupakan sebuah tsunami peristiwa, karena menurut Edi, Presiden Joko Widodo sampai turun tangan dalam kasus ini.

“Sebegitu hebatnya tsunami peristiwa ini, sampai selevel Presiden pun sampai turun tangan,” kata Praktisi Hukum pendiri LBH Rahmatan lil Alamin tersebut didepan awak media.

Diakui olehnya bahwa Kapolri layak untuk diapresiasi, karena dianggap mampu dan bisa berbuat tegas kepada anak buahnya yakni FS selaku Kadiv Propam yang diduga terlibat dalam kasus ini. Kendati demikian menurut Edi, Kadiv Propam adalah tembok terakhir penegakan kedisiplinan Polri.

Praktisi Hukum di Kota Santri ini pun meminta kepada jajaran kepolisian, untuk menuntaskan kasus ini setuntas-tuntasnya.

Kemudian, ia berharap agar institusi Polri dengan logo presisi ini diharapkan segera melakukan reformasi internal tubuh kepolisian. “Ini dengan harapan bisa menjadi evaluasi kinerja di teman-teman kepolisian, bukan hanya retorika,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Forum Komunikasi Advokat Jombang (FKAJ) merupakan sebuah wadah silaturahmi dan diskusi para advokat di Kabupaten Jombang.

Adapun struktur organisasi FKAJ sebagai berikut :