Sejarah Dibalik Cagar Budaya Gerdu Papak, Mulai Pos Jaga Sampai Halte Kereta

66
Foto : Cagar Budaya Gerdu Papak di Dusun Parimono, Desa Plandi, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

memoexpos.co – Bangunan Gerdu Papak yang berada di Dusun Parimono, Desa Plandi, Jombang, merupakan salah satu situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Jombang.

Bangunan berbentuk kubus dengan model atap yang datar atau papak ini, orang tempo dulu menyebutnya sebagai Gerdu Papak.

Menurut peneliti sejarah di Jombang Dian Sukarno, pada zaman dulu bangunan Gerdu Papak ini berfungsi sebagai pos penjagaan. “Secara bentuk hampir memiliki kemiripan dengan bangunan sejenis di daerah lain dengan fungsi sebagai pos penjagaan,” kata Dian saat diwawancarai memoexpos.co, Sabtu (21/5/2022).

Menurutnya, bangunan Gerdu Papak ini sudah ditetapkan sebagai salah satu situs cagar budaya yang ada di Jombang dan merupakan bangunan era kolonial.

“Sudah ditetapkan sebagai situs cagar budaya. Tapi untuk angka tahun belum terdeteksi,” tambahnya.

Dian menyebut, bahwa sebuah tempat bersejarah ditetapkan sebagai situs cagar budaya minimal berusia 50 tahun. “Syarat penetapan situs cagar budaya minimal berumur 50 tahun bangunan bersangkutan,” ungkapnya.

Selain sebagai pos penjagaan di era kolonial, menurut Dian, berdasarkan sejarah tutur, Gerdu Papak Parimono ini pernah difungsikan sebagai halte kereta api. “Berdasarkan sejarah tutur Gerdu Papak Parimono pernah difungsikan sebagai halte kereta api,” tandasnya.

Foto : Patung Besut berada di sebelah selatan Cagar Budaya Gerdu Papak.

Terpisah, Kepala Desa Plandi Dwi Priyanto tak menampik jika bangunan bersejarah diwilayah desanya ini masuk sebagai salah satu situs cagar budaya di kota santri.

Kendati demikian, ia mengaku bangga bahwa ada situs bersejarah yang berada di Dusun Parimono, Desa Plandi ini.

“Kita harus bangga punya peninggalan situs bersejarah, kita harus melestarikan, kita jaga sama-sama jangan sampai dirusak atau dikotori, apalagi ini sudah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya di Kabupaten Jombang,” ujar Dwi saat dikonfirmasi memoexpos.co.

Berdasarkan sejarah dari orang dahulu di Desa Plandi, Dwi menjelaskan bahwa Gerdu Papak ini di masa lampau digunakan sebagai pos jaga pada masa kolonial belanda.

“Kalau ceritanya orang zaman dulu, Gerdu Papak ini digunakan sebagai pos jaga pintu masuk, didalam Desa Plandi ini dulunya ada landasan pesawat terbang, pintu masuknya melalui Gerdu Papak itu sebagai pos jaga,” ujar Dwi.

Kepala Desa Plandi inipun menyebut, bahwa pada zaman dulu disebelah selatan Gerdu Papak ini ada stasiun kereta api, dahulu Geru Papak juga difungsikan sebagai halte kereta api.

“Berdasarkan cerita orang tempo dulu, Gerdu Papak ini juga dijadikan sebagai halte kereta api, diselatan Gerdu Papak ada stasiun,” pungkasnya. (Sy)