90 Persen Warga Binaan Lapas Jombang Telah Divaksin

82

memoexpos.co – Sebanyak 90 persen warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas ll B Jombang telah disuntik vaksin. Penyuntikan vaksin tersebut tidak lain untuk mencapai Herd Immunity yang bermanfaat merangsang sistem kekebalan tubuh warga binaan dari paparan Coovid-19.

Kondisi lapas kelas ll B Jombang sendiri saat ini kelebihan kapasitas, tercatat jumlah penghuninya saat ini sebanyak 962 orang. Selama pandemi covid melanda, program pembinaan tetap dilakukan dengan menerapkan prokes ketat sesuai program pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas ll B Jombang Mahendra Sulaksana saat dikonfirmasi, Selasa (22/2/2022).

Kondisi Lapas yang over kapasitas tersebut, memungkinkan warga binaan dan petugas rentan terpapar covid-19. Beberapa kebijakan dilaksanakan di Lapas Jombang demi mencegah penularan covid-19, salah satunya adalah tidak menerapkan kunjungan keluarga secara tatap muka.

“Semenjak adanya pemberlakuan PPKM, penitipan barang sekaligus berkomunikasi dengan keluarga melalui monitor yang di sediakan oleh Lapas untuk warga binaan dilakukan seminggu hanya tiga kali setiap Senin, Rabu dan Sabtu. Sedangkan setiap Selasa, Kamis dan Jumat digunakan untuk bersih-bersih mulai membersihkan seluruh ruangan hingga dilakukan penyemprotan desinfektan,” ujar Mahendra.

Menurut Mahendra, kelebihan kapasitas saat ini tidak hanya di Lapas Jombang saja, namun hal serupa juga terjadi hampir di seluruh Lapas di Jawa Timur. Hal itu membuat Lapas Jombang sebulan sekali melakukan pemindahan warga binaan bertujuan mengurangi jumlah hunian.

“Sebulan sekali Lapas Kabupaten Jombang melakukan pemindahan warga binaan sebanyak 30 Orang. Pengajuan pemindahan syaratnya harus ada persetujuan dari pihak keluarga dan yang diprioritaskan adalah warga binaan residivis. Masa pandemi covid juga terdapat program asimilasi, hal ini merupakan salah satu upaya untuk pengurangan jumlah warga binaan,” sambungnya.

Over kapasitas dan pandemi covid tidak menyurutkan semangat petugas Lapas Jombang, Mahendra mengatakan, pihaknya tetap menjaga kesehatan para warga binaan, baik kesehatan fisik dan rohani.

“Setiap hari warga binaan melakukan senam sekalian berjemur di bawah sinar matahari, selain itu warga binaan juga di ajak melakukan kegiatan sholat berjamaah dan mengaji. Mudah-mudahan dengan kegiatan membaca ayat-ayat suci Al-Quran serta sholat berjamaah bisa membuat mereka tidak ingin kembali lapas. Banyak warga binaan yang setelah keluar berubah menjadi baik, di Lapas juga ada BLK sehingga setelah keluar banyak yang membuka usaha sendiri. Sedangkan untuk warga binaan wanita ada tambahan kegiatan secara daring yaitu Wonmen Crisis Center (WCC),” tuturnya.

Di Lapas Jombang juga terdapat blok isolasi, bahkan ada satu kamar khusus untuk warga binaan yang mempunyai penyakit penyerta atau Komorbid. Mahendra berpesan kepada warga binaan agar selalu beraktivitas, tidak berdiam diri di dalam kamar.

“Mulai pelonjakan angka covid akhir-akhir ini, Lapas Kabupaten Jombang sudah memberikan remisi kepada warga binaan kurang lebih sebanyak 300 orang. Saya juga menitipkan pesan kepada warga binaan agar selalu menjaga imun, ketika blok di buka jangan hanya di kamar tetapi lebih baik keluar melakukan aktifitas,” tutupnya.