APTI Jombang Berhasil Mendirikan Koperasi Tembakau PAKPIE

94

memoexpos.co Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mendirikan koperasi PAKPIE dengan mengundang kementrian Koperasi, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta mengundang petugas dari Dinas Pertanian bertempat di balaidesa Gedong Ombo kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. Selasa (29/12/2020)

Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan Kementerian Koperasi, Sucipto menyampaikan Penyuluhan pendirian Koperasi konsumen serba usaha tembakau APTI Jombang pada kesempatan ini berkolaborasi dengan Dinas Koperasi Jombang.

Sebelum mendirikan koperasi, dari Dinas koperasi dan usaha mikro yakni Rianti bersama Rozik dari bidang kelembagaan Dinas Koperasi memberikan penyuluhan terkait pendirian Koperasi mulai dari jenis Koperasi, Dasar-Dasar Koperasi dan pengajuan badan hukum yang harus di penuhi oleh Koperasi

Menurutnya awal dalam pembentukan memang ada kendala pada jenis koperasi, maka dari itu perlu ada perbaikan jenis Koperasi. Koperasi jenis jasa harus di ubah menjadi konsumen karena Koperasi tembakau nantinya memiliki deservikasi usaha

Dengan diubahnya jenis koperasi, maka APTI kedepannya tidak hanya satu usaha saja, akan tetapi ada beberapa usaha yang bisa di kembangkan. Dengan demikian pendirian koperasi agar tidak mengalami perubahan anggaran dasar yang nantinya akan terjadi di Koperasi.

“Dinas Koperasi menyarankan merubah jenis koperasi menjadi koperasi konsumen bukan koperasi jasa karena kalau koperasi jasa nanti akan terbatas”, ucap Sucipto dari Kementrian Koperasi

Kepala Seksi Pemeriksa Pengawas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang Rianti menyampaikan, ” Pembentukan Koprasi tidak ada kendala hanya salah kamar untuk bentuk dan jenisnya, tapi saya sangat apresiasi kepada masyarakat khususnya di wilayah masing-masing yang mendirikan Koperasi bertujuan untuk menambah modal dari para petani yang tembakaunya saat ini kurang bagus

“Tidak hanya mengacu pada produsen tetapi di arahkan ke konsumen, konsumen itu bentuknya banyak sekali dari mulai simpan pinjam dan usaha semua bisa di kelola oleh para pengurus dan pengawas koperasi” imbuhnya

“Harapannya kedepannya koperasi yang didirikan oleh APTI harus bisa jadi contoh tidak hanya di Kecamatan Ploso saja, kalo bisa meningkat Se-Kabupaten Jombang.” Tukasnya

Fredi lelono salah satu Perwakilan anggota Koperasi menyampaikan sikap setuju agar semua anggota bisa sejahtera sesuai harapan. Ada peningkatan kinerja antar anggota bisa kompak.

Kedepannya nanti menurut Fredy jika koperasi konsumen KSU lembaga ini berjalan, saya yakin nanti pengembangan usaha antara petani akan lebih meningkat

Terutama konsumen dan produsen tembakau akhir-akhir sedikit rendah itu adalah tugas kita sesuai program Pemerintah seperti di beli dulu dan di simpan begitu harga stabil baru di jual

Selaku Anggota APTI Jombang berkewajiban untuk menstabilkan harga tersebut sehingga petani ada nilai tambahnya secara ekonomi

APTI mempunyai batasan karena situasi serta kondisi pertembakauan saat ini kemudian teman-teman dari wilayah Utara brantas, baik dari Kecamatan Plandaan, Kabuh, Kudu, Ngusikan termasuk Ploso mempunyai inisiatif mendirikan Koperasi

Kalau harga tembakau terlalu anjlok kedepannya bisa menopang. Adanya Koperasi kedepannya dengan kebersamaan dan koordinasi yang baik Insyaallah akan lebih baik dan berkembang kedepannya

Perlu diketahui, usai didirikan koperasi, APTI langsung mengadakan tasyakuran di balaidesa Gedung Ombo. Dalam pendirian koperasi, kepala desa Gedung Ombo berharap mampu meningkatkan kesejahteraan petani

“Koperasi Desa Kedungombo memiliki beberapa usaha, salah satunya di bidang pembenihan kemudian ritail penjualan sehingga dengan adanya Koperasi para petani tembakau bisa meningkatkan kesejahteraan melalui Koperasi”, Pungkasnya (yud)