Terbukti Kualitasnya, Batik Produk IKM Kabupaten Jombang Mendapatkan Penghargaan

56

memoexpos.co – Pandemi covid-19 bukan menjadi halangan untuk meraih prestasi para kreator batik untuk mengangkat serta mendongkrak perekonomian di Kabupaten Jombang. Hal tersebut dibuktikan sebanyak 13 kreator batik di Jombang mendapatkan penghargaan kreator batik yang di serahkan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak.

Turut hadir Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang Wiwin Sumrambah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Bambang Nurbiyanto, Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Jatipelem, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jombang, Kreator Batik Kabupaten Jombang, Perkumpulan warna Indonesia, Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur, Asosiasi Batik dan Tenun Buana, Komunitas batik Surabaya, Asosiasi pengrajin dan pengusaha batik Indonesia.

Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin dalam sambutannya yang bertempat di Balaidesa Jantipelem Kecamatan Perak Kabupaten Jombang. Selasa (1/12/2020) menyampaikan, Kepada seluruh penerima Penghargaan semoga momen ini menjadi momen bersejarah serta bermanfaat dalam karirnya maupun perusahaan IKM agar bisa menembus pasar ekspor

Lanjut Arumi Bachsin, “Pemerintah tidak sembarangan dalam memberikan Penghargaan. Kabupaten Jombang memberikan Penghargaan karena Pengrajin atau IKM tersebut sudah terbukti kualitasnya, Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Dekranasda Kabupaten Jombang serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang atas penjelasan mengenai RPJMD Kabupaten Jombang mengenai usaha peningkatan lowongan pekerjaan yang sejalan dengan Program Pemerintahan Provinsi Jawa Timur Nawa Bhakti Satya.” Ujarnya

Ia pun menyebut bahwa di tahun 2020 ini angka tingkat pengangguran sangat tinggi di karenakan adanya pandemi, “untungnya kita menghadapi cobaan ini di masa yang cukup maju atau terfasilitasi secara digital. Ini yang harus kita gerakkan bersama-sama.” Lanjutnya

Sebelum pandemi covid19 di Dekranasda selalu di usahakan setiap jenjangnya bagaimana memasukan pemasaran di internet, tetapi ada seleksi untuk masuk ke digital karena orang tidak bisa menyentuh, tidak bisa mencium serta tidak bisa merasakan sehingga harus kualitas terbaik yang kita masukan.

Tetapi di era pandemi covid19 kita di paksa betul-betul memanfaatkan digital utamanya untuk para perajin dan UKM. Kita harus memastikan setiap IKM serta perajin punya standart yang sama. Masa pandemi ini harusnya di jadikan titik balik skema pemasaran perdagangan karena bukan lagi mendigitalisasi karena adanya pandemi, tetapi mendigitalisasi karena menjadi sebuah keharusan. Tidak peduli tinggal dimana kalau menggunakan sistem pemasaran digital seluruh dunia bisa melihat produk yang kita jual

60% pemasukan perekonomian Jawa Timur di pegang oleh UKM atau bisa di bilang UKM adalah tulang punggung perekonomian Provinsi Jawa Timur. Pemerintah menanggapi hal ini dengan serius. Jika UKM tidak di suport bahkan sampai bangkrut, yang bangkrut bukan hanya pengrajin dan UKM tetapi seluruh Provinsi bahkan masyarakat yang lainnya. Ayo kita kerja bareng jangan takut jika ada masalah mari kita diskusikan bersama, karena sudah ada klinik UKM.

Di tempat sama Sumrambah menyampaikan, Selamat Datang serta terima kasih kepada Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur telah menghadiri kegiatan pemberian penghargaan kepada kreator batik di Jombang. Batik tidak harus menjadi tampilan agar lebih tua, tetapi batik juga bisa menjadi tampilan masa kini.

Lanjut Sumrambah, jika suatu saat nanti batik Jombang bisa di jadikan busana dan kenakan oleh seluruh Kepala Dinas Kabupaten Jombang serta Dekranasda Provinsi Jawa Timur. Tentunya itu menjadi sarana promosi yang luar biasa bagi pengrajin batik Jombang

Batik Jombang sendiri ada beberapa jenis yaitu batik motif arimbi, batik motif bunga Jombang, batik motif ringin contoh dan lain sebagainya. Ini semua agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta ini juga bisa menjadi budaya mencintai produk lokal. pungkas Sumrambah (bay)