Siswa SMK Matsna Karim Ciptakan Parfum dari Biji Kopi

667

Caption foto : Eny Rosida, Kepala Sekolah SMK Matsna Karim

memoexpos.co – SMK Matsna Karim launching program SMK Mini dengan Program pelatihan pengolahan biji kopi menjadi bubuk instan dan parfum biji kopi.

Dalam mengembangkan fungsi SMK di pondok pesantren Pemprov Jatim mengembangkan lewat pemusatan pelatihan keterampilan berpadu dengan harapan agar upaya tersebut untuk menekan angka pengangguran.

Hal itu disampaikan oleh M Syarif Hidayatullah wakil komisi D DPRD Kabupaten Jombang saat hadiri Launcing SMK Mini yang diterapkan di SMK Matsna Karim Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Kamis (20/2/2020)

Lanjut Syarif Hidayatullah, SMK mini adalah salah satu solusi untuk menciptakan tenaga kerja baru yang produktif sebagai implementasi pendidikan. Ia pribadi mengatakan memiliki dorongan tersendiri untuk membantu SMK Matsna Karim melalui Jasmas dari Anggota Dewan, Keterbatasan prosedurlah yang membuat halangan turunya jasmas untuk sekolahan tingkat SLTA/SMK, tetapi kedapan akan terus diusahakan demi terciptanya kolaborasi maupun sinergi eksekutif, lagislatif dan lembaga pendidikan.

Senada dengan Sindu Widyabadra, Kepala Seksi Pendidikan Menengah Kejuruan menjelaskan, Program SMK Mini digulirkan untuk memberikan pengalaman berwirausaha pada para santri dan siswa hingga menciptakan lapangan kerja baru.

“Kita harap dengan SMK Mini dapat memberikan wadah belajar bagi para siswa untuk belajar menciptakan sebuah produk sehingga kedepan mereka akan menciptakan lapangan kerja baru bagi dirinya sendiri dan masyarakat sekitar.” Harapnya.

Sementara itu Eny Rosida selaku Kepala Sekolah SMK Matsna Karim mengatakan bahwa SMK Mini adalah program langsung dari Gubernur Jawa Timur yang dimana diterapkan kepada sekolah-sekolah yang berbasis pesantren dan daerah terpencil dengan kata lain untuk pengembangan SMK di Pondok Pesantren dan daerah terpencil tahun 2019 yang dilaksanakan di tahun 2020, sedangkan dari SMK Matsna Karim mengambil judul / produksi wirausaha pengolahan biji kopi menjadi kopi bubuk instam dan parfum dari bubuk kopi.

Caption foto : pemotongan pita peresmian tempat pengolahan biji kopi

Latar belakang terpilihnya program pelatihan pengolahan biji kopi tersebut adalah karena telah bekerjasama dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) dan melihat pasar yang sedang ramai adalah pasar kopi, tidak bisa dipungkiri juga bahwa letak SMK Matsna Karim juga tidak jauh dari tempat produksi kopi yakni Kecamatan Wonosalam.

“Sebanyak 100 siswa yang akan mengikuti pelatihan produksi kopi, 50 dari alumni serta partisipasi dari wali murid, program tersebut dapat mendidik siswa memiliki jiwa entrepreneur.” Terang Eny

Untuk saat ini ketersediaan alat yag dimiliki berjumlah 4 alat produksi yang tidak lain bekerja sama dengan DU/DI yang juga mengantarkan sampai dengan pemasaran hasil produksi. Pungkasnya(bay)