Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Jombang Gelar Lomba Baca Puisi dan Pidato

294

Caption foto : bupati Jombang bersama kadis Perpustakaan dan asistwn saat mendengarkan baca puisi

memoexpos.co – Upaya untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke 74, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang menyelenggarakan lomba puisi tingkat SD/MI Kabupaten Jombang dan lomba pidato tanggal 15 Agustus 2019 untuk tingkat SMP/MTS se Kabupaten Jombang.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab Ketuka membuka Lomba baca puisi SD/ dan Lomba Pidato SMP/MTs se-Kabupaten Jombang oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bertempat di Gedung Bung Tomo Pemerintah Kabupaten Jombang. Rabu (14/8/2019)

Lanjut Bupati, Lomba tersebut tidak hanya untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 74 tetapi sekaligus untuk mengenalkan rasa nasionalisme kepada peserta didik tingkat SD karena di usia mereka merupakan masa dimana anak mulai mampu berpikir secara rasional, serta mulai mampu untuk mengaktualisasikan diri yang di mana perlu adanya dorongan dan fasilitas untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

foto peserta lomba dan guru pendamping

Bupati berharap untuk dorongan dan fasilitas terhadap anak-anak usia sekolah dasar sangat dibutuhkan untuk berani bertindak dalam mewujudkan gagasan keinginan kreativitas dan talentanya masing-masing Selain itu kegiatan lomba puisi tingkat SD/MI dan lomba pidato tingkat SMP/MTS bertujuan untuk mempromosikan atau mengenalkan terhadap anak SD/MI, SMP/MTS terkait keberadaan perpustakaan yang mempunyai banyak koleksi tentang kepahlawanan ragam budaya Indonesia sejarah Indonesia dan yang berkaitan dengan tema nasionalisme sebagai rujukan referensi untuk membuat puisi serta mencari puisi seperti membuat pidato atau mencari bahan pidato dengan tema tersebut.

Menurutnya, Puisi dan pidato merupakan salah satu pembelajaran sastra di sekolah dasar yang pada dasarnya bertujuan untuk membina  apresiasi anak sekolah dasar terhadap karya-karya sastra sehingga anak dapat mengembangkan kearifan kejelian dan ketelitian untuk menanggapi serat-serat dalam kehidupan yang tercermin dalam karya sastra.

“Banyak anak-anak kita sekarang yang toleransi sosialnya tidak terbangun, kehidupan Mereka cenderung individualis yang salah satu penyebabnya adalah kemajuan teknologi dan pola asuh tentunya untuk itu diharapkan kepada para ibu-ibu pendamping agar kiranya untuk menjadikan anak-anak kita sebagai makhluk sosial dengan lebih membangun toleransi dan kepekaan sosial serta membangun kepedulian mereka ungkapnya,

Bupati sangat bangga kepada peserta dan guru guru pembimbing yang telah membangun semangat berjuang melalui puisi kepada anak didik dengan puisi dapat membangun toleransi sosial dan kepedulian banyak nilai yang ada di lomba puisi puisi tidak hanya sebagai cerminan ekspresi menyangkut misi perjuangan dan misi seni maupun misi sosial tetapi juga menjadi ajang koreksi, dengan berpuisi juga akan membangun toleransi sosial dan kepedulian sehingga dapat menciptakan generasi muda yang memiliki kepekaan sosial. pungkasnya (bay)