Bangkalan – Lapangan Upacara Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menjadi saksi catatan baru bagi Gerakan Pramuka UTM. Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, untuk pertama kalinya UKM Gerakan Pramuka UTM dipercaya menjadi bagian dari petugas utama upacara di lingkungan universitas.
Kepercayaan tersebut menjadi pengalaman penting bagi para anggota. Di balik pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat, terdapat proses latihan, kedisiplinan, pengorbanan waktu, serta tanggung jawab untuk membawa nama baik Gerakan Pramuka UTM.
Upacara dipimpin oleh Febrian Prasetiyo selaku Pemimpin Upacara yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Pramuka UTM. Ia memberikan laporan kepada Pembina Upacara, Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H.
Pada prosesi pengibaran, tim Gerakan Pramuka UTM membentuk formasi angka 81 sebagai simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pengibaran Sang Merah Putih berlangsung diiringi lagu Indonesia Raya yang dibawakan UKM Paduan Suara Golden UTM.
Selain sebagai tim pengibar, sejumlah anggota Pramuka UTM dipercaya mengisi berbagai posisi dalam upacara. Mohammad Nauval Azmi dan Arifatin Rosichah Rahmadani bertugas sebagai Pemimpin Pasukan, Cika Rahmaisa sebagai protokol, Fathur Rahim sebagai Ajudan, serta Muhamad Nasrul Aminullah sebagai Perwira.
Tim pengibar terdiri atas Muhammad Zidan Ilhami, Irfan Hadi Pratama, Moh. Uwais Al-Qorni Mz, Syubban Daffa’uddin D, Kaila Safitri, Entin Justivi K., Maulidia Zahara, Nur Rizkiyah Ramadhani, Monalisa, Nurul Fadilah, Rimanah, Feby Sita Maulia, ABD Majid, Abdul Ghani Sufyan, dan Taufiqur Rohman.
Dalam tim tersebut, Nurul Fadilah bertugas sebagai pembawa baki, Rimanah sebagai Danpok, ABD Majid sebagai pembentang bendera, dan Abdul Ghani Sufyan sebagai pengerek bendera.
Keterlibatan Pramuka UTM mendapat dukungan langsung dari Pembina Putra, Dr. Taufik Rizal Dwi Adi Nugroho, S.P., M.M., dan Pembina Putri, Dr. Catur Wasonowati, S.P., M.Si. Kehadiran keduanya menjadi bentuk apresiasi terhadap anggota yang telah menjalankan tugas dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
Dalam amanatnya, Rektor UTM menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap persoalan bangsa. Mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran melalui pembelajaran, penelitian, pengabdian, maupun aktivitas organisasi untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
“Versi Terbaik dari Pramuka UTM”
Ketua Umum Gerakan Pramuka UTM, Febrian Prasetiyo, mengapresiasi seluruh anggota yang telah menjalani proses latihan hingga mampu menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan.
“Apa yang terjadi hari ini merupakan versi terbaik dari Pramuka UTM. Terima kasih untuk kalian yang sudah berdiri, berlatih, dan menjalankan tugas sebagai pengibar bendera dengan penuh tanggung jawab. Mungkin bagi orang lain ini hanya sebuah tugas, tapi saya tahu ada waktu, tenaga, dan rasa bangga yang kalian berikan untuk Pramuka UTM. Bangga bisa membersamai kalian. Terima kasih sudah memberikan yang terbaik,” ujar Febrian.
Bagi Gerakan Pramuka UTM, kepercayaan menjadi petugas dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar tugas seremonial. Momentum tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan mampu mengambil peran dalam agenda penting universitas.
Upacara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammad Nizarul Alim, M.Si., Ak., CA. Bagi para anggota Pramuka UTM, tugas mungkin telah selesai, tetapi pengalaman tentang latihan, kebersamaan, tanggung jawab, dan kebanggaan akan menjadi bagian dari perjalanan organisasi.
Hari itu, Pramuka UTM tidak hanya bertugas di lapangan, tetapi turut menorehkan catatan sejarah baru bagi Universitas Trunodjoyo Madura.











