memoexpos.co – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jombang mengajak kolaborasi dari seluruh lintas sektor untuk terus mendukung pengembangan Wonosalam.
Sebagai bagian dari Jombang Fest 2025 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Jombang ke-115, sebuah talkshow bertajuk Generasi Emas Jombang mengangkat tema strategi jitu untuk memajukan Wonosalam yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Jombang merupakan bentuk dukungan Pemkab Jombang untuk pengembangan Wonosalam, Selasa (21/10/25).
Talkshow Generasi Emas Jombang menghadirkan narasumber berkompeten dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yaitu Wakil Rektor IV ITS, Prof. Agus Muhammad Hatta, S.T., M.Si., Ph.D., dan Kepala Departemen Teknik Sistem dan Industri FTI ITS, Dr Ir Mokh Suef, M.Sc.
Wonosalam memiliki potensi yang luar biasa, mulai dari alamnya yang subur, kesejukan udaranya, tanahnya yang menghasilkan berbagai biji kopi serta durian. Namun, potensi besar itu belum sepenuhnya menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing, konsep “Wonosalam Maju” tidak hanya mencakup kemajuan infrastruktur dan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta pengembangan inovasi dan kreativitas masyarakatnya.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Jombang Warsubi yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Sri Surjati.
“Sedangkan Wonosalam Maju berarti bukan hanya maju secara fisik, tetapi juga maju dalam kualitas sumberdaya manusianya, kelembagaannya, serta inovasi dan kreativitas masyarakatnya,” jelas Sri Surjati.
Ia menambahkan, dalam dokumen RPJMD 2025-2029, Pemerintah Kabupaten Jombang secara resmi menetapkan Wonosalam sebagai kawasan Growth Pole. Langkah ini diambil sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan wilayah tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Wonosalam dengan menetapkan sebagai Kawasan Titik Pertumbuhan Ekonomi Baru (Growth Pole) dalam dokumen RPJMD 2025-2029,” imbuhnya.
Sementara, narasumber dari kalangan akademisi yang mumpuni, ahli dalam penelitian, yang dimana orang asli jombang berharap agar bisa mendapat masukan strategis yang bisa langsung diterapkan.
“Dengan demikian, harapan setelah ini kita semua dapat memperoleh masukan strategis dan solusi konkrit yang bisa langsung diterapkan dalam upaya memajukan Wonosalam,” pungkasnya. (kel)










