Bau Busuk Saluran Irigasi, Dinas Lingkungan Hidup Jombang Uji Sampel Air yang Diduga Tercemar Limbah IKM Tempe

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Jombang saat mengambil sampel air yang diduga tercemar limbah. (Foto: istimewa)

memoexpos.co – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang merespon keresahan warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, khususnya warga Perumahan Jombang Citra Raya terkait bau tidak sedap di saluran irigasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jombang melalui Kabid Pengendalian, Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan Yuli Inyati membenarkan jika bau tidak sedap di saluran irigasi tersebut berasal dari limbah Industri Kecil dan Menengah (IKM) tempe di Pandanwangi.

Setelah dilakukan verifikasi lapangan, Yuli mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah mendata belasan IKM yang berada di lokasi tersebut. Tidak hanya itu, ia juga telah mengambil sampel air yang diduga tercemar limbah untuk dilakukan uji lab.

“Langkah awal kita pendataan mulai dari lokasi sesuai koordinat, lokasi dimana pembuangan airnya, berapa kapasitas produksi, berapa beban limbah yang dibuang termasuk beban pencemarannya sejauh mana. Tinggal menunggu hasil lab selama satu bulan,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Jum’at (2/5/2025).

Tidak hanya itu, para pelaku IKM tempe juga telah dipanggil untuk diberikan arahan terkait upaya awal yang harus dilakukan untuk meminimalisir air limbah.

“Sudah kita sampaikan apa yang harus dilakukan. Sebelum muncul di media sebenarnya sudah ada pengaduan, memang waktu itu posisinya sudah dalam proses pendampingan, dan mereka juga merespon positif. Artinya mereka bersedia dibina, didampingi,” lanjutnya.

Dari hasil verifikasi lapangan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup, memang IKM tempe di Pandanwangi saat ini belum melakukan pengolahan air limbah

“Jadi memang mereka membuang ke badan air, kita coba menyampaikan terkait dengan kewajiban mereka, mereka juga merespon positif. Saat ini apa yang sudah kita lakukan yang pasti kita sudah melakukan pengujian air limbah untuk mengetahui sejauh mana dampak dari pembuangan limbah itu terhadap kualitas air sungai, sebagaimana yang diadukan warga,” urainya.

Sembari menunggu hasil lab, saat ini pihaknya sedang mengupayakan bagaimana untuk bisa melakukan pengolahan seefektif mungkin dengan biaya yang terjangkau.

“Posisi mereka kan IKM. Pastinya kita tidak ingin membebani, karena mengolah limbah juga misalnya dengan teknologi canggih itu juga berpengaruh terhadap kebutuhan energi, terkait dengan kebutuhan SDM. Jadi kita lebih bagaimana mengupayakan yang lebih mudah bagi mereka agar air limbah bisa dikelola dengan baik dan yang penting subnya memenuhi baku mutu,” imbuhnya.

Dihubungi secara terpisah melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Pandanwangi Asan mengatakan telah memanggil salah satu pengusaha tempe. Saat ini masih menunggu konsep pengelolaan limbah dari Dinas Lingkungan Hidup.