
memoexpos.co – Sebanyak 1.500 pohon ditanam di tujuh sumber mata air yang berada di kawasan Kampung Adat Segunung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang pada Senin, (13/11/2023).
Aksi penanaman pohon yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup tersebut dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) serta Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).
Selain menanam ribuan pohon, dilakukan juga pelepasan burung ke alam liar dan ruwatan tujuh sumber mata air di Dusun Segunung, Wonosalam. Rangkaian kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pj Bupati Jombang, Sugiat.
Pj Bupati Jombang, Sugiat mengungkapkan, kondisi saat ini banyak hutan yang
mengalami alih fungsi lahan, sehingga banyak mengalami penurunan baik jenis tanaman dan populasinya seperti tanaman tahunan maupun musiman serta hewan-hewan yang ada didalamnya.
“Kondisi demikian hampir terjadi di sebagian besar wilayah Kecamatan Wonosalam dan Bareng yang merupakan daerah penyangga air untuk wilayah Jombang dan sekitarnya,” ungkapnya.
Saat ini jumlah sumber mata air yang tercatat di Kabupaten Jombang sebanyak 223 sumber mata dan 70% berada di Kecamatan Wonosalam dan banyak yang kondisinya mengalami penurunan kemampuan pasokan airnya terus merosot tajam. Di sisi lain kebutuhan air terus meningkat, baik dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.
“Kabupaten Jombang khususnya Kecamatan Wonosalam dan Bareng sebagai daerah
penyangga harus selalu kita jaga dan rawat dengan konkrit dalam upaya perbaikan
pengelolaan sumberdaya air dan alam,” lanjut Sugiat.
Tidak hanya itu, kearifan lokal juga dilibatkan dalam pengelolaan mata air melalui budaya ruwatan 7 sumber mata air yang ada di Dusun Segunung. Ruwatan dirangkai dengan purak tumpeng sego gulung yaitu nasi dibungkus dengan daun pisang yang dahulu merupakan bekal untuk masuk hutan, yang merupakan salah satu menu khas kampung adat segunung.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam pelestarian sumber mata air sebagai sumber utama kehidupan bagi makhluk hidup,” bebernya.
Sugiat berharap rangkain aksi pelestarian lingkungan ini dapat menjadi sebuah upaya dan motivasi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk merawat dan mencintai lingkungan.
“Semoga ini semua bisa mendorong dan memotivasi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Jombang khususnya masyarakat wonosalam. serta marilah kita menjaga tumbuhan agar tetap hidup dan hijau, cintalah satwa yang ada seperti kita mencintai diri sendiri. Diharapkan komitmen bersama dalam memelhara dan menjaga pengelolaan alam dan isinya secara ikhlas dan tanggung jawab semata-mata buat
peninggalan anak cucu kita,” pungkasnya.









