Kado Ekologis untuk Megawati, PDI Perjuangan Jombang Tebar 79 Ribu Benih Ikan dan Tanam Pohon

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian dan Pangan, Sadarestuwati bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Sumrambah. (Istimewa)

JOMBANG – Menandai hari ulang tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menggelar aksi Merawat Pertiwi dengan pendekatan kultural dan ekologis.

Tak ada pesta pora, kader banteng di Kota Santri ini justru memilih menebar puluhan ribu benih ikan dan menanam pohon di area sakral, Minggu (25/1/2026).

Aksi yang dipusatkan di area Punden Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh ini sarat dengan simbolisme angka 79.

Sebanyak 79.000 benih ikan jenis lele, mujair, dan nila dilepasliarkan ke perairan umum sebagai upaya menjaga ketahanan pangan lokal dan keseimbangan ekosistem air.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, menjelaskan bahwa pemilihan punden desa sebagai lokasi penanaman 1.000 bibit pohon produktif (mangga, alpukat, dan sirsak) bukanlah tanpa alasan.

“Kami ingin mengambil roh perjuangan para pendiri desa. Menanam pohon di punden adalah cara kami menghormati leluhur sekaligus investasi oksigen bagi masa depan anak cucu,” ujar Sumrambah di sela aksi penanaman.

Hadir dalam agenda tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian dan Pangan, Sadarestuwati.

Ia membagikan testimoni personal mengenai kedekatan Megawati Soekarnoputri dengan alam yang menjadi landasan gerakan partai.

“Ibu Ketua Umum memberi contoh nyata. Setiap makan buah, bijinya tidak pernah dibuang, tapi dikumpulkan untuk disemai. Pesannya jelas: jika kita mencintai alam, maka alam akan menjaga keselamatan bangsa ini,” ungkap Sadarestuwati.

PDI Perjuangan Jombang juga tengah menyiapkan proyek mercusuar hijau di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek.

Di atas lahan seluas 3.000 meter persegi yang berdekatan dengan Stikes Pemkab Jombang, akan dibangun kantor DPC baru dengan konsep Pusat Konservasi.

“Bulan ini penanaman dimulai. Kami ingin kantor partai tidak kaku dengan beton, tapi menjadi miniatur keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkas Sadarestuwati.