memoexpos.co – Polres Jombang masih melakukan penyelidikan kasus temuan mayat di Sungai Brantas Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso yang terjadi pada Rabu (10/7/2024) kemarin.
Kasihumas Polres Jombang Iptu Kasnasin membeberkan, pihaknya hari ini mendatangkan tim Inafis dari Polda Jatim untuk mengungkap kasus temuan mayat tersebut.
“Sementara dalam hal tersebut masih lidik. Identitas belum dan pengembangan lebih lanjut hari ini mendatangkan inafis dari Polda,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/7/2024).
Polisi membenarkan jasad korban ditemukan dalam kondisi kaki terikat tali dan dikaitkan dengan batu.
“Memang betul korban ada terikat tali rafia di kaki kanan dan diujung tali itu dikaitkan dengan batu sebesar kepalan tangan,” ungkapnya.
“Ciri-cirinya laki-laki sekitar tingginya 171 cm, rambut pendek dan korban memakai baju warna coklat terus celananya training hitam ada plipitnya merah dan disebelah saku ada tulisan Patoni kayak spidol gitu usia sekitar 40an,” bebernya.
Polres Jombang menginformasikan kepada masyarakat, apabila mengetahui ciri-ciri korban untuk segera menghubungi pihak Polres Jombang.
“Bagi masyarakat yang mengetahui ciri-ciri mayat agar menghubungi Polres Jombang melalui Wa Kandani dengan Nomor Wa 081323322022,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang digegerkan dengan temuan mayat misterius di sungai brantas setempat, Rabu (10/7/2024).
Lebih mengagetkan, temuan pertama diketahui oleh Riyadi warga setempat yang memancing ikan. Riyadi mengaku saat itu kail pancingnya terasa berat seperti dapat ikan. Namun, setelah ia amati kail pancing itu tersangkut mayat.
Mendapati kejadian itu, pihaknya langsung megabarkan kepada masyarakat sekitar.
Kepala Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang Zainudin menyebut, pihaknya mendapat laporan dari warga pada Rabu siang.
Diketahui, mayat berjenis kelamin laki-laki itu belum diketahui identitasnya, jazad itu ditemukan dalam kondisi membusuk.
“Jasad ditemukan dengan menggunakan baju orange, celana panjang warna hitam kombinasi merah,” terang Zainudin.
Belum diketahui penyebab kematian mayat mengambang di sungai brantas tersebut.
“Korban berjenis kelamin laki-laki. Usianya antara 35 hingga 40 tahun. Kami sempat melakukan koordinasi dengan warga sekitar. Ternyata mereka tidak ada yang kehilangan anggota keluarga. Jadi kemungkinan jenazah tersebut dari luar desa,” tandasnya.










