Masa Tanam Tembakau di Jombang, Petani Sudah Proses ‘Matun’

21
Usia tanaman tembakau dua minggu saat dilakukan proses matun. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Petani di wilayah utara sungai brantas Jombang sudah mulai tanam tembakau. Bahkan, ada yang sudah ‘matun’ atau cabut rumput disekitar tembakau agar tanaman bibit tembakau tumbuh dengan maksimal.

Biasanya, usia tanam tembakau dilakukan matun dan timbun akar bibit tembakau pada dua minggu pasca tanam.

“Ini adalah matun mencabuti rumput disekitar tanaman tembakau usia sekitar dua minggu,” ujar Alip (42) pekerja matun di lahan sawah Desa Plandaan, Kabupaten Jombang.

“Selain matun, ini juga sambil ditimbun lagi disekitar akarnya,” sambung dia.

Sementara, Tamaji (65) pemilik tanaman tembakau di Desa Plandaan mengatakan, tembakaunya ini sudah ditanam sejak tanggal 20 bulan Mei kemarin.

Sawah yang ditanami Tumaji cukup luas, sekitar boto 700. “Ini ukuran boto 500 dan yang sebelahnya 200,” ujar petani asal Dusun Sambiroto, Desa Plandaan ini.

Bagi dia, menanam tembakau juga ada beberapa kendala. Salah satunya sulitnya mencari bibit dan mahalnya harga bibit tembakau.

“Kendalanya ada di pembelian bibit ini yang mahal, sekarang antara Rp 60 sampai Rp 70 perkilonya, padahal dulu hanya Rp 50an per kilogramnya, dan bibitnya ini rebutan, belinya bisa di Lengkong dan Kabuh,” jelasnya.

Tembakau yang ia tanam ini adalah berjenis grombol jinten. Ia berharap untuk panen bisa mencapai harga yang bagus.

“Harga tembakau untuk panen ini tidak bisa diprediksi, semoga saja harganya bagus,” tandasnya.