Sedekah Desa Wonokerto Wonosalam, Diisi Kesenian Tayub Hingga Doa Lintas Agama

31
Kepala Desa Wonokerto Khoirul Andik saat memberikan sambutan. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang menggelar sedekah desa.

Ada yang unik dari sedekah desa di kawasan pegunungan Wonosalam tersebut, yakni do’a lintas agama.

Kepala Desa Wonokerto Khoirul Andik menyebut, ada tiga unsur dalam sedekah Desa Wonokerto ini, yang pertama religius kedua agama atau kepercayaan dan yang ketiga kesenian kebudayaan.

Andik mengatakan, kegiatan dimulai dengan ziarah kubur di makam leluhur Desa Wonokerto.

“Ziarah kubur kemudian khatmil quran di balai desa, ziarah dilakukan di makam Mbah Raden Suwarno selaku leluhur pembanad Desa Wonokerto, sebagai ungkapan kita berterimakasih kepada leluhur pendahulu,” terang Andik kepada wartawan, Kamis (29/2/2924).

Kemudian dilanjutkan doa lintas agama. Andik menjelaskan di Desa Wonokerto ada dua kepercayaan yakni Islam dan Kristen.

“Ada dua kepercayaan, yakni Agama Islam dan Agama Kristen, namun selalu rukun dan berdampingan sejak dulu,” ucapnya.

Menurut Andik, yang terakhir ada unsur kesenian, yakni tayub dan ludruk yang sudah tidak bisa diganti. “Karena ini adalah uri-uri sejak jaman dahulu jadi kita wajib meneruskan,” ujarnya.

“Sampai kapanpun kita tetap adakan adat istiadat yang sudah melekat di desa kita, karena ini adalah kepercayaan,” sambung dia.

Andik berharap, dengan adanya sedekah desa warga masyarakat Desa Wonokerto diberikan kesehatan, rizeki melimpah, tentram dan damai.

“Mudah-mudahan dilimpahkan rizekinya, tanamannya, hewan ternaknya dan hasil melimpah,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan sekedah desa juga dihadiri oleh politisi senior Jombang Sumrambah beserta isteri, Camat Wonosalam Haris, Kepala Desa se-Kecamatan Wonosalam, Forkopimcam dan Perhutani Jombang.