Fantastis, Ponpes Shiddiqiyyah Bangun Masjid Termegah di Jombang

502
Gambar perencanaan pembangunan masjid Shiddiqiyah Jombang.

memoexpos.co – Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah yang terletak di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, berencana akan dibangun sebuah Masjid megah dan menjadi sebuah icon di Kabupaten Jombang.

Ketua Umum DPP Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid), Joko Herwanto menyebut, hal ini merupakan tugas dari Kiai Mukhtar Mukti

Masjid yang diberi nama Masjid Raya ‘Fatham Mubiina’ ini mempunyai arti ‘Terbuka dengan Jelas’.

“Lokasi Masjid ini menempati lahan dari bapak Kiai Mukhtar Mukti yang berasal dari leluhur beliau dan bukan menempati dari lahan pihak manapun. Kemudian dari alas hak berupa sertifikat atas nama Muhammad Mukhtar Mukti No. 581, yakni seluas lahan 6.850,” terang Joko Herwanto, kepada beberapa awak media Minggu, (16/10/2022).

Menurut Joko, dari masjid yang sekarang ada, ini akan diperluas kawasannya ke arah Barat. Dari adanya perluasan itu, maka desain masjid juga berubah.

“Semula masjid lama bernama Baitus Shiddiqin Pusat, kemudian menjadi masjid Fatham Mubilla. Karena ada perluasan kawasan, maka kita rencanakan masjid yang lama akan menjadi lahan parkir, agar menjadi lebih luas,” urainya.

Sebagai konsekuensinya, jelas Joko, ada beberapa bangunan yang harus dibongkar dan dibersihkan untuk pembangunan masjid tersebut.

“Masjid ini nantinya memerlukan dana sekitar 10 milyar, yaitu daya tampung sekitar 700 an dan tingkat dua. Lantai satu untuk taman Al Qur’an, lalu yang lantai dua untuk jamaah sholat,” jelasnya.

Diungkapkan olehnya, jika bangunan tersebut menurut Kiai Mukhtar Mukti, akan dimulai pada bulan ini.

“Kami sebagai panitia dan pengurus, sedang melakukan langkah-langkah berdasarkan prosedur yang berlaku. Baik itu melalui kepengurusan internal kami, kemudian aspek perijinan ke PUPR untuk mengurus KRK dan PBG, yang kemudian sudah di kroscek turun ke lapangan untuk proses perijinan,” ungkap Joko.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan badan pertanahan nasional terkait batas-batas lingkungan, muspika, koramil, polsek, maupun pihak kecamatan.

“Terkait dengan keluarga yang di informasikan menempati lokasi tersebut sudah dipersiapkan bapak kiai untuknya, yakni rumah tingkat. Kita sudah lakukan berbagai upaya koordinasi seperti surat tertulis maupun ketemu langsung,” ujarnya.

Terkait adanya pemberitaan miring perihal pembongkaran rumah untuk dibangun masjid, Joko menyayangkan hal itu, karena menurut Joko pembangunan Masjid ini atas perintah Kiai Muhtar Mukti.

“Mestinya harus diterima dengan rasa syukur, di dukung dan bisa mensukseskan bangunan ini. Justru kami sangat menyayangkan jika ada pihak yang mempunyai nilai negatif dan tidak berdasarkan fakta-fakta yang ada,” pungkas Joko.