Misteri Parpih yang Hilang Ditengah Candi Situs Mbah Blawu

21
Temuan batu andesit didalam candi Situs Mbah Blawu pada ekskavasi tahap dua. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Ekskavasi tahap dua Situs Mbah Blawu yang berada di Dusun Sumbersari, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang terus menampakkan petunjuk. Tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur menemukan sumuran ditengah Candi Situs Mbah Blawu.

Sumuran yang berada ditengah candi tersebut berukuran 1,5 x 1,5 meter. Sedangkan pada kedalaman 3 meter ditemukan batu berjenis andesit berbentuk lonjong, pada batu andesit tersebut terdapat lubang berukuran 22 x 22 cm.

Menurut Pahadi, Arkeolog BPK Wilayah XI Jatim, setelah pihaknya melakukan komunikasi dengan beberapa peneliti, diduga kuat batu tersebut digunakan untuk menempatkan pripih.

Pripih adalah benda-benda tertentu yang ditempatkan dalam wadah, untuk ditanam di beberapa tempat dalam bangunan candi. Tujuannya untuk menarik daya magis. Pada umumnya pripih terdiri atas logam mulia, batu mulia, mantra atau rajah.

“Batu andesit tersebut digunakan untuk menempatkan pripih. Entah emas atau logam mulia lainnya. Tapi pripihnya sendiri tidak kita temukan. Hanya ada lubangnya saja,” kata Pahadi, Senin (17/10/2022).

Pahadi menduga, pripih didalam candi Situs Mbah Blawu ini hilang lantaran dicuri. Namun misteri hilangnya diduga cukup lama.

“Kalau masih asli harusnya sumuran ini hanya berisi tanah, pada kondisi tertentu akan dipasang bata yang berfungsi sebagai penutup. Jadi posisinya seperti lantai. Baru setelah itu ada batu andesit. Nah, kondisi ketika kita gali, tanah sudah bercampur aduk. Dinding sumuran ada lubang cukup besar. Jadi ada indikasi pripih dalam sumuran ini sudah dicuri. Tapi waktu pencuriannya mungkin sangat lama,” pungkasnya.