Pemkab Jombang Fasilitasi Petani Melalui Klinik Pertanian ‘GEMPITA’

21

memoexpos.co – Memasuki musim tanam tahun 2021/2022, Bupati Jombang meresmikan Klinik Pertanian “GEMPITA” Gerakan Petani Meningkatkan Produksi dengan Budidaya Tanaman Sehat.

Melalui Klinik Pertanian Gempita, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian nantinya akan memfasilitasi petani di Jombang peralatan pertanian yang lebih canggih, demi meningkatkan kualitas hasil pertanian dan efisiensi kerja petani.

Hal itu disampaikan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat meresmikan Klinik Pertanian Gempita di Kantor BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Desa Karanglo Kecamatan Mojowarno, Kamis (16/12/21).

“Semoga dengan Launching Klinik Pertanian bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jombang, tadi kita juga sudah melihat bersama proses tanam dengan menggunakan alat modern,” tuturnya.

Selain dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian dan efisiensi pekerjaan petani, Mundjidah menjelaskan bahwa penggunaan alat pertanian yang modern juga dapat menarik minat generasi muda milenial di Jombang yang mayoritas tidak mau menggeluti bidang pertanian.

“Ini merupakan suatu kebahagiaan bagi masyarakat Kabupaten Jombang, karena Jombang merupakan termasuk salah satu lumbung pangan terbesar yang menyangga Jawa Timur,” katanya.

Disisi lain, Kabupaten Jombang merupakan kota santri, dengan sebaran Pesantren di Kabupaten Jombang kurang lebih sebanyak 155 Pesantren yang memiliki jumlah santri kurang lebih sebanyak 45 Ribu santri. Berdasarkan itu, Mundjidah juga menginginkan agar kebutuhan pangan di pondok pesantren dapat dipenuhi petani jombang sendiri

“Saya berharap kebutuhan Pondok bisa langsung dipasok dari petani sehingga bisa mendongkrak pemulihan ekonomi di Kabupaten Jombang,” jelasnya.

“Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan Pemerintah Kabupaten Jombang bisa merubah pola pikir dengan adanya klinik pertanian. Serta bisa menerima adanya perubahan bercocok tanam dengan ilmu yang lebih canggih sehingga hasilnya akan berlipat ganda. Ini merupakan wujud kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Jombang,” tambah Mundjidah.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Muchamad Rony, M.M mengatakan bahwa pihaknya selama ini telah mampu menjalankan pelayanan pertanian kepada masyarakat dengan baik.

Pelayanan pertanian tersebut diantaranya melalui Penyuluhan kepada Kelompok Tani, Gapoktan, di BPP (Balai Penyuluhan Pertanian). “Selain itu, MoU yang kita laksanakan ini adalah sebagai tindak lanjut dari MoU Pemerintah Kabupaten Jombang diawal tahun lalu,” ungkapnya.

Rony juga memaparkan capaian beras di Kabupaten Jombang pada tahun 2020 mencapai 291.490 ton, kini di tahun 2021 meningkat menjadi 294.415 ton. Jombang juga mengalami surplus sebanyak 131.913 ton.

“Kami berkomitmen membangun pertanian secara sinergi bersama seluruh stakeholder, KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan), HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) guna meningkatkan kesejahteraan petani di Jombang,” pungkas Rony. (Bay)