Sekda Jazuli Minta Penggunaan APD sesuai Standar

200
Foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Dr. H. Akhmad Jazuli, S.H, M.Si.

memoexpos.co – Setelah mendirikan “Rumah Sehat” sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19, Pemerintah Kabupaten Jombang terus berupaya memaksimalkan fungsi rumah sehat dengan melibatkan segala stake holder yang ada.

Rumah sehat yang ditempati oleh OTG (Orang Tanpa Gejala) dan pasien dengan gejala ringan tersebut dipusatkan di gedung SMP yang tersebar di setiap kecamatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Akhmad Jazuli mengatakan bahwa jika orang tanpa gejala melakukan isolasi mandiri di rumahnya, dikhawatirkan tidak terkontrol secara maksimal, sehingga bisa menimbulkan penularan.

“Menangani orang-orang yang OTG jika di rumah (isolasi mandiri) khawatir menular kemana-mana, sehingga dikumpulan di SMP yang dekat dengan Puskesmas,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (3/8/2021).

Disinggung soal anggaran operasional rumah sehat, Jazuli menegaskan bahwa penggunaan anggaran rumah sehat sendiri dari dana desa yang dapat disetujui melalui Musyawarah Antar Desa atau MAD yang didampingi kejaksaan dan kepolisian.

“Melalui musyawarah antar desa, menggunakan dana desa sudah didampingi kejaksaan dan kepolisian karena kondisi darurat dan dana desa bisa diperuntukan untuk kegiatan tersebut,” imbuhnya.

Menurutnya, keterlibatan Dinas Kesehatan dan Puskesmas juga diharapkan dapat saling berperan dalam mencukupi segala kekurangan dan fasilitas rumah sehat, termasuk untuk makanan dan minuman di rumah sehat.

“Tetapi tidak hanya desa saja, Puskesmas dan Dinas Kesehatan juga membantu untuk mammin (makanan minuman bagi yang sakit, juga sarananya,” katanya.

Sementara itu, terkait penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) untuk petugas yang terlibat langsung dalam penanganan, Sekda berharap agar petugas menggunakan APD sesuai standart yang digunakan tenaga kesehatan, “APD sudah ada standartnya untuk menangani pasien,” pungkasnya. (Bay)