Modernisasi Koperasi dari Usaha yang Tidak Ekonomis Menuju Skala Ekonomi.

40

memoexpos.co – Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab hadiri dialog menteri koperasi dan UKM Republik Indonesia Drs.Teten Masduki bersama pengurus dan anggota Gapoktan desa Sugehwaras kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang

Koperasi bernama Perjuangan Usaha Tani yang telah didirikan dapat digunakan untuk melayani kebutuhan para petai. Untuk itu kedepannya akan dilengkapi dengan mendirikan kantor koperasi.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab ketika sambutan di balai Gapoktan desa Sugehwaras kecamatan Ngoro kabupaten Jombang. Rabu (30/9/2020)

Lanjut Bupati, untuk itu diperlukan kejelasan bagi perundangan pertanian, sebab telah memberikan kontribusi bagi penyangga lumbung pangan nasional. Sehingga hal tersebut perlu dibina dan ditingkatkan, terutama dalam hal pemenuhan pupuk petani.

Menurut bupati, Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah Kabupaten Jombang akan memberikan stimulus berupa dana hibah, bagi para pelaku usaha kecil, seperti pedagang, yang terkena dampak covid-19. Akan dipersiapkan kuota sebanyak 18ribu penerima.

“Semoga bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi dapat bermanfaat dan covid-19 segera berakhir. Sehingga dapat beraktifitas seperti sebelumnya,”

Sementara itu, Menteri Koperasi Teten menyampaikan, dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, pemerintah telah memiliki program untuk dapat memperkuat kelembagaan ekonomi disektor pangan. Melalui penguatan koperasi, modernisasi koperasi dari usaha yang tidak ekonomis menuju skala ekonomi.

Menurutnya, Sama halnya Gapoktan desa Sugihwaras merupakan sebuah tahapan yang baik. Semua itu berawal dari Gapoktan yang bertransformasi menjadi Koperasi.

Sementara itu, Menteri Koperasi akan memberikan dukungan-dukungan, pembiayaan dan kelembagaan bagi koperasi ini. Terutama pada model pengembangan bisnis dengan tujuan koperasi dapat tumbuh menjadi besar dan memberikan kesejahteraan bagi petani.

“Pada masa pandemi, semua pelaku usaha terkena dampak pandemi, bukan hanya koperasi UMKM, melainkan pada usaha besar pun terkena dampaknya. Untuk itu kita harus memperbaiki perekonomian dan selalu mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran virus covid-19 dapat terhenti,” pungkasnya. (bay)