Bulog Mojokerto Amankan Stok Pangan Jombang, 200 Ribu Liter Minyakita Digelontorkan

Kepala Kantor Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin (kiri) didampingi Kedisperindag Jombang, Suwignyo. (memoexpos)

JOMBANG – Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto melakukan intervensi pasar secara masif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Jombang.

Langkah ini diwujudkan melalui pendistribusian 200.000 liter Minyakita serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjamin kebutuhan masyarakat tercukupi hingga periode Idulfitri.

Kepala Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menegaskan bahwa monitoring di Pasar Pon Jombang merupakan mandat langsung dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Perdagangan.

Pada tahap awal di Pasar Pon, sebanyak 8.000 liter Minyakita telah disalurkan kepada 13 pengecer sesuai pesanan.

“Stok kami mencapai 200.000 liter untuk Januari ini dan akan terus ditambah. Kami menjamin pasokan Minyakita akan selalu terpenuhi,” ujar Muhammad Husin pada Sabtu (24/1/2026).

Sesuai dengan Permendag Nomor 43 Tahun 2025, Bulog kini memegang wewenang untuk mendistribusikan Minyakita langsung ke tingkat pengecer tanpa melalui distributor lokal (D2).

Transformasi skema distribusi ini dinilai jauh lebih efektif dalam memangkas rantai pasok sehingga harga di tingkat konsumen menjadi lebih stabil dan merata.

Dalam operasi pasar tersebut, petugas memastikan seluruh pedagang mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku: Minyakita dibandrol Rp15.700 per liter; Beras SPHP Rp58.000 per kemasan 5 kg berada di bawah plafon HET sebesar Rp62.500.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jombang, Suwigyo, menyatakan akan melakukan pengawasan harian secara ketat guna mengantisipasi spekulasi harga oleh oknum pedagang.

“Pengawasan dilakukan setiap hari agar tidak ada pihak yang menjual semena-mena. Permainan harga akan ditindak tegas,” ungkap Suwigyo.

Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Jombang, Hikha Ratri Widyasanti, melaporkan bahwa penyerapan beras SPHP menunjukkan tren positif dengan rata-rata serapan 2 ton per toko setiap minggunya.

Di satu titik pasar saja, total penyerapan mencapai 26 ton per pekan, yang terbukti ampuh menekan fluktuasi harga beras di pasar tradisional.