memoexpos.co – Dibalik banyaknya perlombaan yang memberikan wadah prestasi untuk anak yang memiliki bakat akademik aja. Sedangkan, bagi anak-anak yang memiliki prestasi non akademik yang berbakat di bidang seni tidak memiliki wadah untuk mengekspresikan bakatnya.
Hal itu dikarenakan banyak warga yang mementingkan pendidikan akademik dari pada
memahami potensi anak itu sendiri. Sehingga, Mahasiswa KKNT Unesa mempunyai inovasi
baru dalam mengadakan sebuah lomba anak tingkat SD/MI yang berfokuskan pada prestasi
seni yang ada dalam diri anak itu sendiri.
Dengan adanya inovasi tersebut diharapkan para
warga dan guru di Tejoasri mengerti akan potensi anak yang tak hanya ada dalam bidang akademik saja, tapi juga non akademik terutama seni.
Para peserta, pendamping peserta dan tamu undangan datang sejak pukul 07.00 WIB dihari
Sabtu tanggal 29 November 2025. Festival seni dilaksanakan pada bulan tersebut dikarenakan
banyak tanggal-tanggal penting yang tepat berada di bulan November.
Selain itu, acara Festival seni adalah sebagai proker KKN-T puncak yang telah terlaksana sejak bulan September sampai Desember. Sehingga dari dua alasan yang sangat kuat tersebut, kondisi tersebut sangat mendukung untuk dilaksanakannya acara yang kreatif yang melibatkan peserta didik, pendidik dan warga seluruh Tejoasri.
Acara yang dilaksanakan meriah ini juga didukung oleh beberapa warga termasuk perangkat desa, Yusuf Bachtiar. Ia ikut serta mendukung dan mensukseskan acara ini. Selain dari
dukungan moral, Yusuf Bachtiar juga ikut serta memfasilitasi tempat, reward dan juga
hadir ikut serta dalam pelaksanaan.
Perhatiannya terhadap anak-anak menunjukkan komitmen beliau untuk mendorong kreativitas generasi mudaTejoasri, sekaligus memberi sinyal bahwa pemerintah desa sangat terbuka terhadap program-program inovatif yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat Festival Seni dapat berjalan dengan meriah dan meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Peserta yang ikut serta memeriahkan adalah SDN 1 Tejoasri, SDN 2 Tejoasri, MI
Hidayatut Tholibin, MI Thoriqotul Hidayah 1, MI Thoriqotul Hidayah 2 dan SD Muhammadiyah.
Festival Seni yang sangat meriah tersebut dilaksanakan di balai desa Tejoasri. Master
of Ceremony memulai acara pembukaan dengan sambutan-sambutan. Bapak Yusuf Bachtiar
sebagai ketua Desa yang diberi kesempatan waktu untuk penyambutan acara. Yang kemudian,
dilanjut oleh Mey Linda sebagai Koor Desa KKN-T Desa Tejoasri.
Pada rundown yang kedua yaitu penampilan tari tradisional dari adik-adik Tejoasri yang telah latihan dalam kurun waktu satu bulan lamanya. Setelah acara sambuktan dan tari tradisional dilaksanakan.
Acara intinya yaitu lomba yang dibagi 4 cabang. Yaitu lomba Cerdas cermat, lukis celengan, puisi dan lomba menyanyi sebagai perlombaan yang dilaksanakan sebelum pengumuman juara pemenang dari semua lomba.
Master of Ceremony mengumumkan juara pada setiap lomba yang ada sebagai acara
penutupan. Festival Seni yang digagas oleh mahasiswa KKNT UNESA di Tejoasri bukan
hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga langkah nyata dalam membuka ruang kreatif bagi
anak-anak desa untuk menunjukkan bakat mereka. Dengan dukungan penuh dari perangkat
desa dan antusiasme warga.
Kegiatan ini berhasil menciptakan pengalaman berharga yang mempertemukan kreativitas, keberanian, dan kebersamaan dalam satu panggung yang meriah.
Harapannya, acara ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi titik awal munculnya berbagai wadah baru yang dapat menampung potensi generasi muda Tejoasri di
masa mendatang. Festival Seni tahun ini membuktikan bahwa ketika mahasiswa dan
masyarakat bergerak bersama, sebuah inovasi kecil dapat membawa dampak yang besar bagi desa.










