Pengakuan Mengejutkan Member Smart Wallet Jombang, Keuntungan Dijadikan Biaya Pemilu Oleh Leader?

Mutakim (kiri) dan leader smart wallet Jombang Ahmad Tohari (kanan) saat diwawancarai. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Mantan member investasi bodong berkedok trading smart wallet di Kabupaten Jombang Jawa Timur munculkan pernyataan baru.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Mutakim, salah satu member yang diajak oleh leader Ahmad Tohari anggota DPRD Kabupaten Jombang.

Di aplikasi smart wallet Mutakim mengaku posisinya sebagai bawahan Tohari, dia mengatakan yang mengajaknya ikut menjadi member smart wallet adalah Tohari.

“Saya ikut sw (smart wallet) juga ajakan Pak Tohari. Semua orang yang ikut juga ajakan Pak Tohari disini,” terang Mutakim saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Kamis (18/4/2024).

Mutakim mengakui ia telah mengajak 18 orang, namun kata dia, semua itu merupakan arahan dari leader smart wallet Ahmad Tohari.

Setelah kasus investasi smart wallet mencuat ke publik, Mutakim mengaku menyesal dan sudah tidak mau ribet dengan urusan investasi uang digital yang telah diblokir OJK tersebut.

Mutakim mengaku telah rugi banyak gara-gara diajak menjadi member smart wallet oleh Tohari.

“Saya sudah tidak mau ribet urusan smart wallet pak, saya habis banyak, pengen kerja yang bener-bener saja. Gara-gara Tohari hancur semua,” kesalnya.

Saat disinggung keuntungan yang telah didapatkan dari aplikasi smart wallet, Mutakim mengaku tidak pernah melakukan penarikan uang, sehingga sama sekali belum ada keuntungan.

Mutakim mengklaim bahwa pihak leader yang mempunyai keuntungan bangak.

“Pak Tohari yang punya keuntungan banyak,” jelasnya.

Bahkan, Mutakim menegaskan jika hasil dari smart wallet digunakan untuk biaya Pemilu legislatif oleh Tohari.

“Dipakai biaya Pemilu, hasil dari sw,” tegasnya.

Dia mengatakan, Tohari selaku leader smart wallet memiliki saldo banyak dan sering melakukan penarikan uang.

“Saldonya banyak, keuntungannya banyak, sering ngambil,” tandasnya.

Leader smart wallet Ahmad Tohari masih belum berhasil dikonfirmasi terkait kebenaran pernyataan mantan membernya tersebut.