Didemo Warga Lantaran Diduga Tilep Uang Tabungan, Oknum Ketua PKK di Jombang Kabur

Kepala Desa Mancar Nur Prasetyo saat diwawancarai diruangannya. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Demo warga Desa Mancar menuntut agar uang tabungan PKK dicairkan sampai hari ini belum membuahkan hasil.

Meski demikian, Pemerintah Desa (Pemdes) Mancar berjanji akan mencarikan solusi atas persoalan antara warga dengan oknum Ketua PKK Dusun tersebut.

Kepala Desa (Kades) Mancar Nur Prasetyo mengaku dalam persoalan ini pihaknya berpihak kepada warga. Ia berjanji apa yang menjadi tuntuan dalam aksi demo kemarin akan ditindaklanjuti.

“Yang demo kan warga kita, kita selalu membantu masyarakat, berpihak kepada masyarakat, apapun yang disampaikan masyarakat kita tindaklanjuti,” ujar Nur Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (26/3/224).

Bahkan, ia datangkan tiga pilar (TNI/Polri)  untuk mencari solusi dan menampung aspirasi masyarakat yang merasa dirugikan.

“Intinya kita terima dan kita tindaklanjuti, kita berpihak kepada masyarakat. Kita menampung aspirasi untuk membantu penyelesaikan, tiga pilar sudah bekerja,” ungkapnya.

Meski sampai saat ini belum ada titik temu dan terduga pelaku yang merupakan isteri dari oknum perangkat desa ini belum bisa ditemukan keberadaanya, ia berjanji akan mencari sampai ketemu dan menyelesaikan persoalan dugaan penggelapan uang tabungan warga tersebut.

“Misal belum ada titik temu, kita cari yang bersangkutan sampai ketemu untuk bisa hadir dan menyelesaikan persoalan ini,” tandasnya.

Terpisah, Camat Peterongan Eryk Arif saat dikonfirmasi menginginkan agar persoalan ini seesai dengan cara dimediasi oleh Pemdes dan tiga pilar.

“Berkaitan dengan ini kami dengar informasi ada ibu-ibu PKK mengadakan unjuk rasa berkaitan dengan uang simpan pinjam yang seharusnya sudah dibagikan, namun ada indikasi uang itu dipakai,” kata Eryk.

Informasi yang ia peroleh, sampai saat ini terduga pelaku masih diburu warga dan belum diketahui keberadaannya.

“Kebetulan yang diduga memakai ini adalah isterinya oknum perangkat desa, sampai sekarang belum diketahui keberadaanya, dari kemarin masyarakat mencari belum ketemu,” lanjutnya.

Agar tidak berlarut dan segera ada solusi Camat Peterongan berharap agar Pemdes segera melakukan konsolidasi dan mencari keberadaan yang bersangkutan.

“Pemdes harus segera melakukan konsolidasi untuk mencari yang bersangkutan,” harapnya.

“Pasti harus dicari diajak komunikasi dan uang harus dikembalikan,” tegasnya.

Namun, jika upaya koordinasi secara baik-baik tidak bisa dilakukan para korban atau warga yang merasa dirugikan punya hak untuk membawanya ke ranah hukum.

“Namun jika tidak bisa dilakukan secara koordinasi mungkin nanti tergantung ibu-ibu karena mereka punya hak untuk melakukan tindak lanjut,” pungkas Eryk.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ibu-ibu di Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang demo kantor desa setempat, Senin (25/3/2024).

Mereka menuntut uang tabungan yang ada di PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) untuk segera dibagikan ke warga lantaran sudah waktunya dibagi.

Dengan membentangkan poster berisi tuntutan, emak-emak dari RT 10 dan RT 11 Desa Mancar didepan kantor desa kompak berteriak “duwekku balekno,”.

Warga menilai bahwa uang tersebut ditilep oleh salah satu oknum perangkat desa berinisial ML dan oknum Ketua PKK setempat berinisial E yang merupakan suami isteri sehingga warga mencari keadilan demo di kantor desa.

“Uang tabungan PKK ini lo ndak cair, bilangnya pihak PKK uangnya hari raya kurang satu minggu dibayar,” terang Fia (48) warga setempat saat dikonfirmasi.

Dia menyebut, warga yang geram sempat mendatangi rumah ML, namun rumah tersebut selalu terkunci.

“Tiap kesitu yang bersangkutan ndak ada, namun sempat dijanjikan sama isterinya E tapi tetap belum dikasihkan, hingga akhirnya demo ke kantor desa,” ujarnya.

Pada intinya, kata dia, warga menginginkan uang tabungan agar segera dikembalikan. “Ya segera dikembalikan apalagi mendekati hari raya,” tandasnya.