memoexpos.co – Memasuki tahun giling di 2024, beberapa strategi mulai disiapkan oleh PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN). Pada tahun 2023, strategi regionalisasi merupakan salah satu kunci keberhasilan PT SGN.
PT SGN sendiri membawahi 36 pabrik gula, salah satunya PG Tjoekir Jombang. Sesuai amanat pemerintah bahwa PT SGN menjadi bagian dari kemandirian gula nasional melalui Perpres nomor 40/2023, maka pengelolaan PT SGN menjadi kemandirian gula nasional.
Hal itu disampaikan oleh General Manager PG Tjoekir Abdul Aziz Purmali kepada sejumlah jurnal, Sabtu (3/2/2025).
Abdul Aziz Purmali menyebut, selain menjalankan strategi regionalisasi, PT SGN dan petani tebu mitra berhasil mengembalikan pola kemitraan dari transaksional pembelian tebu menjadi sistem bagi hasil.
“Strategi tersebut lebih menguntungkan kedua pihak. sehingga pabrik yang akan memulai giling mendapatkan kepastian pemenuhan bahan baku,” tuturnya.
Dengan demikian petani akan termotivasi meningkatkan kualitas budidaya tebu karena akan berbanding lurus dengan apresiasi dari pabrik gula dan berdampak pada tingkat kesejahteraan mereka.
Di samping itu, Abdul Aziz mengatakan pihaknya juga sangat terbantu dengan bahan baku tebu yang berkualitas yang tidak hanya berpengaruh pada kuantitas dan kualitas produksi gula, melainkan juga pada performa pabrik.
“Keberhasilan tersebut merupakan dukungan semua pihak, PT SGN, mitra petani, perbankan dan rekanan yang mendukung proses bisnis berjalan dengan baik. Kedepannya akan miliki potensi sebagai produsen gula yang bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan gula, tetapi juga mengekspor gula. Ini bisa terwujud apabila kita bisa meningkatkan produktifitas tebu petani,” ucapnya.
PG Tjoekir sendiri saat ini memiliki kemitraan bersama petani yang tersebar di 8 kecamatan dengan total lahan mencapai 5500 hektare.
“Sedangkan karyawan mencapai 500 orang, untuk petani 700 orang. Saat tebang kita memiliki 2000 penebang. Dan pengangkut tebu dari lahan menuju pabrik ada 300 orang. Hal tersebut untuk menunjang kesejahteraan dan memberikan solusi peningkatan perekonomian, kita setiap bulan rutin ada ruang diskusi temu mitra,” pungkasnya.










