Kuota Pupuk Subsidi di Jombang Turun Hampir 50 Persen

Much Rony Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Kuota pupuk subsidi untuk petani di Jombang, Jawa Timur turun hampir 50 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much Rony saat dikonfirmasi media ini, Selasa (23/1/2024).

Adanya informasi yang beredar mengenai tambahan anggaran untuk pupuk subsidi senilai Rp 14 Triliun hal tersebut menurut Rony baru sekedar usulan.

“Berdasar surat edaran yang diterima, kementrian pertanian baru hanya sekedar mengusulkan anggaran. Mengenai realisasi anggaran kapan, pihak Dinas Pertanian (Disperta) Jombang belum mengetahui,” terang Rony.

Ia merinci, penurunan jatah pupuk subsidi untuk luasan lahan sawah yang digarap “Kalau sebelumnya 1 hektar bisa mendapat 150 kilogram, sekarang satu hektar hanya mendapat 140 kilogram. Kalau di bagian bata 100, di bagian tujuh ketemunya hanya 20 kilogram,” rincinya.

Meski jatah diturunkan, Rony mengklaim  tidak ada pencoretan penerima data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), dia menyebut saat ini pihak Dinas Pertanian menggunakan aplikasi.

“Sehingga jika ada data petani tidak cocok datanya, aplikasi akan menolak,” tandasnya.

Data yang dihimpun dari Disperta Kabupaten Jombang, perbandingan alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea Tahun 2020 sebanyak 36.117.000 kilogram, Tahun 2021 sebanyak 18.546.000 kilogram, Tahun 2022 sebanyak 26.499.000 kilogram, Tahun 2023 sebanyak 29.334.234 kilogram dan Tahun 2024 sebanyak 14.704.000 kilogram.

Subsidi Pupuk jenis NPK di Tahun 2020 sebanyak 19.280.000 kilogram, Tahun 2021 sebanyak 18.058.000 kilogram, Tahun 2022 sebanyak 14.064.000 kilogram, Tahun 2023 sebanyak 16.808.328 kilogram dan Tahun 2024 sebanyak 10.094.000 kilogram.