
JOMBANG – Ketenangan warga Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang terusik oleh aksi ugal-ugalan gerombolan pemotor (geng motor) pada Minggu (25/1/2026) dini hari.
Insiden tersebut berujung pada penangkapan seorang pemuda yang diduga menjadi bagian dari kelompok peresah masyarakat tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi di sekitar perlintasan kereta api Desa Jatipelem.
Aksi anarkis kelompok tersebut sempat terekam kamera amatir dan viral di media sosial. Dalam potongan video yang beredar, tampak seorang pemuda diamankan warga, menangis, dengan kondisi wajah luka-luka akibat amuk massa yang tersulut emosi.
Sekretaris Desa Jatipelem, Mujahid, mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa ketegangan bermula saat puluhan pemotor melintas dan berpapasan dengan pengguna jalan lain.
Gerombolan tersebut diduga melakukan provokasi dan pengancaman terhadap warga setempat.
“Saat berpapasan, ada warga yang diintimidasi. Korban yang merasa terancam kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga di sekitar perlintasan rel kereta api,” ujar Mujahid kepada wartawan.
Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar segera berhamburan keluar rumah. Melihat massa yang berdatangan, gerombolan pemotor tersebut langsung kocar-kacir melarikan diri.
Namun, satu pemuda dari kelompok tersebut justru turun dari kendaraan dan melakukan tindakan menantang warga, hingga akhirnya berhasil diringkus di lokasi.
Pihak kepolisian bergerak cepat menangani insiden ini. Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, membenarkan bahwa terduga pelaku telah dibawa ke Mapolres Jombang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Benar, saat ini satu orang telah kami amankan dan sedang dalam penanganan penyidik Satreskrim Polres Jombang,” kata AKP Dimas.
Kendati demikian, pihak kepolisian belum dapat menggali keterangan lebih dalam dari terduga pelaku. Pasalnya, saat ditangkap hingga Minggu pagi, pemuda tersebut masih dalam kondisi mabuk berat akibat pengaruh minuman keras (miras).
“Kondisi yang bersangkutan belum stabil karena pengaruh miras, sehingga pemeriksaan intensif belum bisa dilakukan. Kami masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pelaku lain serta motif di balik aksi provokasi tersebut,” tutupnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus meningkatkan patroli di titik-titik rawan guna mencegah terulangnya aksi serupa yang meresahkan ketertiban umum di wilayah Jombang.









