850 Kader Baru Pagar Nusa Jombang Dibaiat

Ratusan kader Pagar Nusa Jombang berjejer sebelum dilakukan pembaiatan. (Istimewa)

JOMBANG – Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jombang resmi mengukuhkan 850 anggota baru melalui prosesi pembaiatan yang khidmat di GOR Hasbullah Said, Tambak Beras, Jombang, pada Minggu (25/1/2026).

Momentum ini menegaskan komitmen organisasi dalam mencetak generasi tangguh yang mengintegrasikan kekuatan fisik dengan nilai-nilai spiritual keislaman.

Rangkaian sakral tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Pusat (PP) Pagar Nusa, Wilayah (PW) Jawa Timur, serta unsur Forkopimda Jombang, termasuk perwakilan Polres, Kodim, dan Badan Otonom (Banom) NU.

Ketua PC PSNU Pagar Nusa Jombang, Kriswanto, menyatakan bahwa jumlah peserta pembaiatan tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan.

Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus sarana pembentukan karakter.

“Terdapat 850 santri yang telah melalui proses pembinaan panjang dan komprehensif. Usia termuda peserta adalah 15 tahun. Kami memastikan bahwa setiap anggota yang dibaiat tidak hanya memiliki ketangkasan bela diri, tetapi juga integritas moral yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” tegas Kriswanto.

Kriswanto menambahkan, Pagar Nusa memiliki misi besar untuk membentuk pribadi yang rendah hati (tawadhu) namun memiliki ketahanan fisik dan mental yang solid demi menjaga stabilitas sosial dan keamanan bangsa.

Dalam arahannya, Ketua Umum PP Pagar Nusa, KH M. Sholahul’am Notobuwono, atau yang akrab disapa Gus Aam, menekankan pentingnya jiwa ksatria bagi setiap kader.

Ia menginstruksikan agar seluruh anggota baru menjadi teladan di tengah masyarakat dengan mengedepankan prinsip Islam rahmatan lil alamin.

“Pagar Nusa harus menjadi pagar yang kokoh untuk melindungi umat dan bangsa. Kalian adalah generasi penerus yang tidak hanya menguasai teknik pencak silat, tetapi juga menyerap kekuatan spiritual yang diwariskan oleh para ulama dan wali,” ujar Gus Aam.

Gus Aam juga mengingatkan bahwa tantangan di masa depan semakin kompleks, sehingga sinergitas antaranggota dan kepatuhan terhadap instruksi organisasi menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prosesi pengukuhan diakhiri dengan pembacaan ikrar kesetiaan, pemberian ijazah, serta penyerahan atribut resmi organisasi. Acara ini juga diwarnai dengan pementasan seni bela diri yang menampilkan kemahiran para kader dalam mengolah jurus khas Pagar Nusa.

Dengan bertambahnya 850 personel baru, PC Pagar Nusa Jombang diharapkan mampu memperkuat peran strategisnya sebagai organisasi parameter bela diri di bawah naungan Nahdlatul Ulama, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah.