Sinergi PT SGN dan Kodim 0814 Jombang, Targetkan Swasembada Gula Nasional 2028

Pemkab Jombang bersama Kodim 0814 melakukan penanaman tebu. (Ekel/memoexpos.co)

memoexpos.co – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan melalui Program Tanam Tebu Perdana musim tanam 2025/2026.

Bekerja sama dengan Kodim 0814 Jombang, program ini resmi diluncurkan pada Sabtu (3/1/2026) dengan fokus utama pada optimalisasi lahan dan peningkatan kualitas produksi tebu.

Bupati Jombang, Warsubi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya Kabupaten Jombang untuk menjadi pilar utama swasembada gula konsumsi nasional yang ditargetkan tercapai pada tahun 2028.

Salah satu poin utama dalam program tahun ini adalah implementasi Bongkar Ratoon. Menurut SEVP Pengembangan PT SGN, Putu Sukarmen, program ini merupakan instruksi langsung dari Kementerian Pertanian guna merevitalisasi lahan tebu di Jawa Timur.

“Program bongkar ratoon bukan sekadar seremoni, melainkan langkah teknis strategis untuk memutus siklus produktivitas yang menurun dan meningkatkan rendemen tebu secara signifikan,” tegas Putu Sukarmen.

Data menunjukkan sektor pergulaan di Jombang tengah berada pada tren positif. Pada tahun 2024, luas areal tanam mencapai 10.787 hektare dengan total produksi 787.246 ton dan rata-rata rendemen sebesar 7,11 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, yang menjadi modal kuat bagi keberhasilan musim tanam 2025/2026.

Sinergi ini juga melibatkan jajaran TNI AD melalui pemanfaatan lahan milik Kodim 0814 Jombang. Komandan Kodim 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar tiga hektare lahan untuk dikelola secara maksimal.

“Kami mendapatkan instruksi untuk mengoptimalkan lahan-lahan milik TNI. Meskipun luasnya terbatas, kami berkomitmen agar lahan ini menjadi percontohan bagi petani lain dalam mendukung target Kementerian Pertanian,” ujar Letkol Dicky.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Warsubi yang didampingi Wakil Bupati Salmanuddin Yazid, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan TNI.

“Dengan potensi lahan yang ada dan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi, Jombang siap berada di garda terdepan. Semangat petani harus kita jaga agar target swasembada gula 2028 bukan sekadar wacana,” pungkas Warsubi.

Penanaman perdana ini diharapkan menjadi stimulan bagi para petani tebu di Jombang untuk menerapkan teknik budidaya yang lebih modern dan disiplin guna mencapai kualitas hasil panen yang lebih kompetitif. (Kel)