Mahasiswa KKN-T UNESA Gelar Sosialisasi Anti-Perundungan di SDN Balongrejo Nganjuk

Penulis: Hans Freja Elita, Roza Kusuma Mayda Mahardika

NGANJUK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti-Perundungan (Bullying) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Balongrejo, Desa Balongrejo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala SDN Balongrejo, Yoessana, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran guru, serta diikuti oleh seluruh siswa dengan antusiasme tinggi. Kehadiran penuh dari pihak sekolah menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya pencegahan dan penanganan bullying di tingkat pendidikan dasar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa KKN-T UNESA dan Kepala Sekolah. Hans Freja Elita, selaku Ketua Pelaksana, menekankan pentingnya bagi siswa untuk mengenali dan mencegah perilaku perundungan sejak dini.

“Kegiatan sosialisasi ini kami selenggarakan untuk membantu siswa memahami bahwa bullying adalah tindakan yang tidak boleh ditoleransi. Kami berharap siswa SDN Balongrejo dapat tumbuh menjadi pribadi yang saling menghargai dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua,” ujar Hans Freja Elita.

Setelah sambutan, mahasiswa KKN-T UNESA menyampaikan materi komprehensif mengenai jenis-jenis perundungan, contoh perilakunya, dampak negatif terhadap korban, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh siswa maupun tenaga pendidik.

Penyampaian materi dirancang secara interaktif, menggunakan tayangan powerpoint yang menarik, pemutaran video edukatif, dan kuis.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing yang memfasilitasi siswa untuk bercerita mengenai interaksi mereka dengan teman. Sesi ini bertujuan menumbuhkan empati dan pemahaman atas perasaan satu sama lain.

Selanjutnya, siswa diajak berpartisipasi dalam permainan interaktif untuk melatih kekompakan dan kerja sama, mengajarkan bahwa hubungan yang baik memerlukan sikap saling mendukung dan menghargai.

Sebagai puncak kegiatan, seluruh siswa diminta untuk menyampaikan komitmen bersama untuk menjaga diri, tidak melakukan kekerasan fisik maupun verbal, serta segera melapor kepada guru jika menyaksikan tindakan bullying. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol dukungan terhadap Gerakan Anti-Perundungan di sekolah.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN-T UNESA berharap seluruh warga sekolah dapat menjaga semangat kebersamaan dan menumbuhkan sikap peduli, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan. Kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi nyata mahasiswa KKN-T UNESA dalam mendukung penguatan Gerakan Anti-Perundungan di lingkungan pendidikan dasar.