Mahasiswa Psikologi UTM Sulap Lahan Kosong jadi Pusat Hortikultura, Dorong Kemandirian Pangan Berkelanjutan

Mahasiswa bersama warga memanfaatkan lahan kosong di Desa Petaonan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. (Mahasiswa UTM)

BANGKALAN – Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berhasil menginisiasi gerakan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan kosong di Desa Petaonan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.

Program Kerja Intervensi Komunitas yang berfokus pada budi daya hortikultura secara hidroponik dan polybag ini diharapkan menjadi langkah strategis menuju ketahanan pangan lokal yang berkelanjutan.

Inisiatif ini menciptakan pusat tanaman hortikultura terpadu di Desa Petaonan, yang mengintegrasikan berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat dalam satu kawasan.

Sektor pertanian, sebagai penopang perekonomian nasional, didorong melalui metode budi daya modern yang adaptif terhadap kondisi geografis setempat.

Program ini dilaksanakan melalui dua tahapan utama: sosialisasi dan aplikasi. Tahap sosialisasi bertajuk “Desa Petaonan: Menata Lingkungan, Menumbuhkan Kehidupan” diselenggarakan pada Minggu (16/11) di kediaman kepala dusun, Bapak Muhaimin, dan dihadiri dengan antusias oleh masyarakat serta perangkat desa.

“Melalui program ini, saya berharap masyarakat Desa Petaonan dapat melanjutkan program hortikultura secara mandiri setelah masa pendampingan kami selesai,” ujar Syelfi Amalia, salah satu perwakilan mahasiswa. Ia menambahkan, “Inovasi ini menjadi langkah awal untuk memanfaatkan lahan kosong dan mencapai kemandirian pangan di desa.”

Materi sosialisasi disampaikan oleh dua mahasiswa, A’zza Kumullah dan Muhammad Akmal Priana Aldana, yang memaparkan teknik budi daya hortikultura menggunakan media hidroponik dan polybag. Kedua metode ini dipilih karena dinilai paling sesuai dengan kondisi geografis Desa Petaonan yang memiliki keterbatasan pada kondisi tanahnya.

Antusiasme warga desa terlihat jelas dalam memahami teknik budi daya yang ramah lahan ini. Salah seorang warga menyampaikan apresiasinya atas program yang telah dilaksanakan.

“Terima kasih adik-adik mahasiswa UTM. Kami menjadi tahu bahwa ada metode penanaman dengan hidroponik dan polybag yang dapat memanfaatkan lahan di desa ini,” kata warga tersebut.

“Kami merasa terbantu karena bisa menanam sendiri dan menghemat pengeluaran biaya rumah tangga,” imbuh warga.

Program ini diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat Desa Petaonan untuk mengelola lahan kosong secara optimal dan memperkuat kemandirian pangan.

Lebih jauh, inisiatif ini juga bertujuan untuk mendorong sistem budi daya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, guna melestarikan sumber daya alam, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Penulis: Mahasiswa Psikologi UTM