
BANGKALAN– Kelompok mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Angkatan 2023 berhasil menyelenggarakan kegiatan intervensi komunitas berupa Workshop Pembelajaran dan Pelatihan Media Digital.
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk proses belajar-mengajar di lingkungan Sekolah Dasar (SD) Gili Timur, Kecamatan Kamal, Bangkalan.
Kegiatan yang berlangsung pada 8 November 2025 di Balai Desa Gili Timur ini diikuti oleh delegasi guru dari SDN Gili Timur 1, SDN Gili Timur 2, dan SDN Gili Timur 3.
Pelaksanaan workshop ini didasarkan pada hasil asesmen awal yang mengidentifikasi adanya keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran. Keterbatasan tersebut meliputi aspek keterampilan guru maupun sarana pendukung sekolah.
Ketua Kelompok Pelaksana, Renata Dwi Nur Cahya, menyatakan bahwa pembelajaran berbasis media digital saat ini merupakan kebutuhan esensial dalam pendidikan modern.
“Pemanfaatan media digital penting untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik, memperkaya metode pengajaran, dan mempermudah penyampaian materi,” ujarnya.
Oleh karena itu, workshop ini dirancang sebagai upaya konkret mahasiswa Psikologi UTM untuk membekali guru dengan kemampuan mengoperasikan dan mengembangkan media pembelajaran, khususnya melalui aplikasi desain grafis Canva dan berbagai platform pembelajaran daring lainnya.
Rangkaian kegiatan intervensi dimulai sejak 27 Oktober 2025 dengan koordinasi awal bersama perangkat Desa Gili Timur, dilanjutkan dengan finalisasi kepanitiaan dan penyebaran undangan. Setiap sekolah diwakili oleh dua delegasi guru.
Pada hari pelaksanaan, Muhammad Solikhin hadir sebagai pemateri inti. Materi yang disampaikan mencakup: Strategi pembelajaran digital yang efektif; Pembuatan media ajar interaktif menggunakan aplikasi Canva; dan Pengenalan website dan platform pembelajaran digital.
Sesi workshop diakhiri dengan praktik langsung pembuatan media digital oleh peserta, menunjukkan antusiasme dan respons yang sangat positif dari para guru.
Kegiatan intervensi dilanjutkan dengan tahap monitoring dan evaluasi untuk mengukur tingkat penerapan pascapelatihan. Hasil pantauan menunjukkan capaian implementasi yang signifikan dan adaptif di tiga sekolah sasaran:
1. SDN Gili Timur 1: Guru kelas IV, Sri, mengimplementasikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan Canva yang ditampilkan melalui Smart TV. Metode ini terbukti membuat materi lebih visual dan konkret. Guru juga menyisipkan kuis digital yang mendorong diskusi dan antusiasme tinggi di kalangan siswa.
2. SDN Gili Timur 2: Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI memanfaatkan Smartboard sebagai papan interaktif untuk menampilkan materi sinonim dan antonim dari situs pembelajaran digital. Kegiatan belajar menjadi kompetitif, dinamis, dan diperkuat dengan pemutaran video edukatif serta permainan kuis klasikal.
3. SDN Gili Timur 3: Guru kelas I, Matus, mengadaptasi pelatihan dengan pendekatan yang sederhana dan tepat sasaran. Beliau memanfaatkan Canva untuk membuat Buku Kerja Siswa yang dicetak. Pembelajaran difokuskan pada penguatan motorik dan latihan menulis angka, dilengkapi dengan lagu angka dalam empat bahasa (Indonesia, Inggris, Arab, dan Madura) untuk meningkatkan fokus siswa kelas dini.
Temuan lapangan ini menegaskan bahwa guru tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata dan sesuai dengan jenjang serta kebutuhan spesifik peserta didik di kelas masing-masing.
Pembelajaran digital terbukti efektif dalam meningkatkan respons belajar siswa, menciptakan suasana kelas yang lebih hidup, dan memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini. Kegiatan ini merupakan capaian penting bagi mahasiswa Program Studi Psikologi UTM dalam kontribusi pemberdayaan pendidikan di wilayah Bangkalan, Madura.
Penulis: Intan Ramadhani









