Mahasiswa Psikologi UTM Dorong Kemandirian Pangan Desa Pendabah Lewat Inovasi Hidroponik

Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama warga Desa Pendabah. (Dok Mahasiswa UTM)

BANGKALAN–Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sukses melaksanakan program intervensi komunitas di Desa Pendabah, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, sebagai upaya nyata mendorong kemandirian dan ketahanan pangan lokal melalui inovasi pertanian berkelanjutan.

Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Hidroponik sebagai Solusi Lahan Kering dan Ketahanan Pangan” ini berlangsung sejak akhir Oktober hingga pertengahan November 2025.

Program ini diinisiasi sebagai respons terhadap tantangan lokal, yakni permasalahan lahan kering, keterbatasan sumber air, dan minimnya inovasi dalam praktik pertanian di Desa Pendabah.

Sosialisasi inti mengenai teknik hidroponik dilaksanakan pada Minggu (16/11) di musala kediaman Junet, yang merupakan perwakilan dari Komunitas Lele Desa Pendabah. Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat serta perangkat desa dari berbagai dusun, menunjukkan dukungan kolektif terhadap inisiatif ini.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Haydar Pahlevi Subiyakto, yang dilanjutkan oleh Kepala Dusun H. Munir, serta Romli dan Junet sebagai pengurus sekaligus tuan rumah.

“Saya berharap masyarakat Desa Pendabah dapat melanjutkan program hidroponik ini secara mandiri setelah pendampingan kami selesai, sehingga inovasi ini dapat menjadi langkah berkelanjutan menuju kemandirian pangan desa,” ujar Haydar Pahlevi Subiyakto.

Senada dengan harapan tersebut, Kepala Dusun Pendabah turut menekankan pentingnya keberlanjutan program demi memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara permanen.

Materi teknis disampaikan oleh dua pemateri mahasiswa, Dini Aldelia dan Fitri Sugi Ayuni, yang sebelumnya telah melakukan percobaan penanaman hidroponik sebagai bagian dari persiapan program.

Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) saat menyampaikan materi kepada warga. (Dok Mahasiswa UTM)

Dalam sesi pemaparan, mereka memperkenalkan alat, bahan, dan bibit tanaman hidroponik yang telah berhasil tumbuh, sekaligus menjelaskan secara komprehensif proses pertanian tanpa tanah tersebut.

Warga menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait dengan cara kerja sistem hidroponik, teknik perawatan tanaman, dan peluang penerapan metode ini di lingkungan rumah masing-masing.

Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya ketertarikan masyarakat terhadap metode pertanian yang dinilai lebih hemat air dan sangat cocok untuk kondisi geografis Desa Pendabah yang cenderung kering.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan bagi masyarakat Desa Pendabah untuk secara mandiri menerapkan sistem hidroponik, sekaligus membangun ketahanan pangan lokal yang lebih kuat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di masa mendatang.